TANJUNG SELOR – Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia atau Sosek Malindo yang dilaksanakan Maret lalu telah menghasilkan sejumlah usulan. Hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia terus terjalin setiap tahunnya.
Bahkan adanya Sosek Malindo itu, dapat memperkuat hubungan tersebut. Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara Datu Iqro Ramadhan, pelaksanaan pertemuan Sosek Malindo yang terlaksana Maret lalu, menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya yang sudah direalisasikan, pintu batas Tawau dan Nunukan. Di mana telah diusulkan pada Sabtu dan Minggu dibuka.
“Sebelumnya, khusus hari Minggu tutup. Tapi sekarang sudah buka berdasarkan pertemuan Sosek Malindo itu,” terangnya, Rabu (23/8).
Usulan lainnya, kapal dari Tarakan ke Tawau. Diminta agar dibuka kembali dan saat ini sedang direalisasikan. Termasuk pesawat dari Tawau ke Tarakan. Diusulkan agar untuk dibuka kembali. Prosesnya saat ini, pemerintah siap merealisasikan, hanya saja ada persoalan yang perlu diselesaikan. Sebab ini merupakan masalah bisnis perusahaan.
“Kalau untuk kesepakatan, kita buka pintu perbatasan pada hari Minggu dan itu sudah direalisasikan,” imbuhnya.
Yang selanjutnya, terkait dengan pintu batas Sei Menggaris-Serudong. Itu diserahkan ke Pemerintah Pusat. Pemerintah Provinsi Kaltara siap untuk segera membuka pintu batas Sei Menggaris-Serudong. Sebagai pintu utama jalan darat dari Indonesia ke Malaysia.
“Memang Sei Menggaris-Serudong itu, kita ada beberapa titik batas yang sedang dibangun. Di Sebatik, Lumbis, Labang, Long Midang dan Long Nawang, sudah terealisasi,” ujarnya.
Untuk Sei Menggaris-Serudong akan menyusul. Itu menjadi prioritas bagi Pemprov Kaltara. Jika memang itu nanti dibuka, akan menjadi pintu utama seperti Entikong-Tebedu di Kalimantan Barat. (kn-2)


