TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan jalin kerja sama dengan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), Kementerian Koordinasi (Menko) Maritim dan Investasi (Marves) serta Universitas Kaltara (Unikaltar), untuk melaksanakan program pendidikan vokasi Bahasa Mandarin.
Dalam program tersebut, sebanyak 80 peserta terpilih mengikuti kursus intensif Bahasa Mandarin. Seremoni penyambutan peserta dilangsungkan di Ruang Tenguyun Kantor Bupati, Rabu (23/8).
Bupati Bulungan Syarwani mengapresiasi kepada PT KIPI dan Unikaltar, dengan terwujudnya program vokasi Bahasa Mandarin ini. Pasalnya, ide ini sudah digagas sejak 2021 lalu. Namun, tahun ini baru dapat terwujud. Sebagai bentuk komitmen pemda bersama PT KIPI dan Unikaltar, dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Bulungan.
Mengingat, Kabupaten Bulungan saat ini tengah dibangun Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur. “Pemda bersama PT KIPI dan Unikaltar serta stakeholder terkait lainnya, dalam menyiapkan masa depan putra putri di Bulungan,” terang Syarwani.
Syarwani menilai PT KIPI sudah berbuat untuk masyarakat Bulungan. Meskipun saat ini masih tahap pembangunan kawasan dan belum produksi. Investasi di KIHI sangat besar dan PT KIPI pun memikirkan putra putri di Bulungan.
“Program vokasi Bahasa Mandarin ini, saya meminta prioritas utama merupakan anak-anak Bulungan. Karena saya tak ingin anak-anak Bulungan hanya jadi penonton,” ungkapnya.
Bahkan, Bupati pun berpesan untuk bersama-sama menjaga PT KIPI karena banyak memberikan manfaat dalam kemajuan pembangunan di Bulungan. Tidak semua kabupaten kota di Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun kawasan industri.
“Kehadiran PT KIPI sebagai pengelola di kawasan industri, tentu jadi masa depan Bulungan,” imbuhnya.
Dikatakan Syarwani, jika tak memiliki kemampuan dan keahlian, maka sulit bisa ambil andil dalam kegiatan di kawasan industri. Adanya program vokasi Bahasa Mandarin ini, sangat membantu putra putri Bulungan. Syarwani mengingatkan kepada para mahasiswa-mahasiswi yang sudah terpilih, agar tidak berhenti di tengah jalan.
“PT KIPI sangat berkontribusi dalam pembangunan di kawasan industri. Hari ini kita rasakan manfaat PT KIPI, dengan investasi jangka panjang. Tugas kita berikan dukungan bersama-sama, agar pembangunan kawasan industri bisa berjalan lancar,” harapnya.
Sementara itu, Direktur PT KIPI Budi Santoso mengungkapkan, terlaksananya program beasiswa ini merupakan realisasi komitmen PT KIPI selaku salah satu pengelola kawasan industri. Tak sekadar berkontribusi terhadap pengembangan perekonomian di Kaltara, khususnya di Bulungan. Namun, PT KIPI juga memikirkan untuk meningkatkan mutu SDM lokal melalui jalur pendidikan.
“Program ini sudah digagas sejak 2021 lalu, atas arahan langsung Bapak Menko Maritim dan Investasi (Luhut B Pandjaitan). Setelah melalui proses cukup panjang, akhirnya bisa direalisasikan tahun ini. Saya merasa bangga, program CSR kami bisa direalisasikan,” tutur Budi.
Budi menilai, perlu ada pendidikan khusus Bahasa Mandarin. Dikarenakan sejumlah perusahaan yang masuk dalam kawasan industri, telah dimulai pembangunannya sejak tahun lalu, merupakan perusahaan asal Tiongkok.
“Kami berharap, adik-adik yang mengikuti program kursus ini, tidak hanya sebagai translater (pemandu bahasa). Tapi juga dapat berkontribusi, bekerja sebagai di leader. Baik di manajemen menengah maupun atas,” harap Budi.
Dengan penyiapan SDM, saat ini di kawasan industri masih dalam tahap pembangunan. Ke depan, ketika kawasan industri sudah berjalan. Maka, SDM lokal pun sudah siap. Sehingga banyak putra-putri dari Kaltara, utamanya Bulungan yang terserap sebagai tenaga kerja.
Ditempat yang sama, Corporate Communication PT KIPI Melva Tiora Rubintang menambahkan, pelaksanaan program pendidikan vokasi Bahasa Mandarin dilaksanakan selama satu tahun. Seluruh peserta mendapatkan beasiswa penuh dan asrama.
“Untuk kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di Universitas Kaltara. Mencakup sistem belajar teori, praktik dan nantinya akan diadakan program kerja sama bridging online Universitas dari China (Tiongkok),” ujarnya.
Diharapkan ke depan, terhadap peserta yang mengikuti program pendidikan vokasi Bahasa Mandarin, dapat berkontribusi bagi pengembangan perekonomian Kaltara. Melalui kawasan industri yang dikelola oleh PT KIPI dan tenant.
“Apalagi, hal ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat. Diharapkan, ke depan ada banyak pengembangan SDM dan program yang berdampak langsung ke masyarakat,” tuturnya.
Di lain pihak, Rektor Universitas Kaltara (Unikaltar) Didi Adriansyah menyebutkan, proses belajar mengajar untuk pendidikan vokasi ini sudah dimulai sejak 1 Agustus lalu.
“Peserta ada 80 orang, semua merupakan putra-putri Bulungan. Mereka sebelumnya telah melalui seleksi yang kita lakukan dalam proses rekruitmen,” ungkapnya.
Didi mengungkapkan, dalam program vokasi Bahasa Mandarin ini, mahasiswa-mahasiswi akan menempuh pendidikan selama setahun. Di mana staf pengajarnya dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur.
“Untuk program ini, kita pun bekerjasama dengan UB Malang melalui Fakultas Kebudayaan dan Sastra, Program Studi Sastra China. Staf pengajar ada 4 orang, dengan sistem pembelajaran, ada yang langsung tatap muka, dan lewat online,” bebernya. (kn-2)


