TANJUNG SELOR – Minyak goreng telah didistribusikan ke minimarket, retail dan Alfamidi di Kabupaten Bulungan, dengan jumlah yang bervariasi. Salah satunya di toko dibilangan Jalan Duku, mendapatkan jatah 500 dus minyak goreng merek Fortune.
Beberapa hari lalu, memang telah didatangkan minyak goreng ke distributor Bintang Borneo Jalan Sengkawit Tanjung Selor, sebanyak 1.150 ribu liter. Minyak goreng yang didatangkan dengan merek Sania, Fortune dan Cammila. Ketiganya merupakan subsidi dari pemerintah, dijual seharga Rp 13,5 ribu per liter.
Agar proses penyaluran tepat sasaran, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPP) Bulungan memantau langsung ke lapangan. Agar kesempatan ini tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Dengan menjualkan kembali di harga yang tinggi. Karena seyogianya, satu liter minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga bisa bertahan 2-3 hari.
Diupayakan dalam sehari cukup menjual 200 liter, lalu dilanjutkan ke hari berikutnya. “Jangan sampai ada kejomplangan harga lagi, antara toko kelontong dan retail modern,” terang Kabid Perdagangan Dinas KUKMPP Bulungan Murtina, Rabu (9/3).
Sebelumnya, pembelian minyak goreng di beberapa pusat penjualan menggunakan identitas diri atau KTP. Hanya dalam prakteknya belum begitu efektif dan terkesan lambat. Karena harus dicek satu persatu.
“Tak mungkin dilakukan pemeriksaan identitas satu persatu. Apalagi kalau caranya bersifat manual, itu akan kesulitan,” tuturnya.
Sementara, untuk minyak goreng dengan merek Bimoli dan Kunci Mas sebenarnya ada. Hanya saja harganya masih menggunakan harga lama. Pendistribusian selain ke retail modern, termasuk ke toko-toko yang ada di Pasar Induk Tanjung Selor. Pihaknya berharap, Pemerintah Pusat dapat terus mendistribusikan ke Bulungan dengan jumlah yang lebih banyak.
Berdasarkan informasi dari distributor, untuk distribusi tahap berikutnya belum ditentukan waktunya. “Insya Allah dalam bulan ini, cuman untuk jumlahnya belum diketahui persis,” tutupnya. (kn-2)


