Wednesday, 20 May, 2026

Pesawat Kargo Perintis Diduga Jatuh

TARAKAN – Maskapai Smart Air PK-SNE dengan rute Tarakan-Binuang di Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan, hilang kontak sekitar pukul 08.55 Wita, Jumat (8/3).

Pesawat yang mengangkut kebutuhan pokok dan dua orang awak pesawat masih dilakukan pencarian. Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Juwata Tarakan Bambang Hartato menjelaskan, mendapatkan informasi dari Air Navigasi Cabang Tarakan. Bahwa pesawat dengan jenis PC 6 Pilatus Porter milik maskapai Smart Air lost contact.

Awalnya, pesawat perintis tersebut berangkat dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara Binuang pada pukul 08.00 Wita. Diperkirakan tiba di Bandara Binuang pukul 09.20 Wita. “Namun dinyatakan lost contact pukul 08.55 Wita. Misi penerbangan membawa kargo perintis dari APBN dan logistik makanan. Sampai saat ini kami masih upaya pencarian,” tuturnya.

Adapun titik diduga jatuhnya pesawat hingga saat ini belum diketahui. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan telah menurunkan personel untuk menyisir ke lokasi. Diduga menjadi titik jatuhnya pesawat perintis tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril menyebut, pukul 11.40 Wita, pesawat PK-SNO melakukan penyisiran dari Long Bawan ke Binuang berdasarkan lokasi yang tertera pada Spider Track pada koordinat 3°37’34.58″N 116°24’51.46″E, namun hasilnya nihil.

Selanjutnya pukul 12.30 Wita, mengenai signal dari pesawat PK SNE yang diterima LUT pada koordinat 3°44’10.00″N 115°50’53.58″E. Terdapat pula titik koordinat duga pada 3°44’9.10″N 115°55’45.36″.

Pukul 14.26 Wita, pesawat PK-SNG dan PK-VVU turut melakukan penyisiran dari Malinau ke Binuang dengan koordinat yang berhasil ditangkap oleh LUT pada koordinat 3°44’10.00″N 115°50’53.58 E dan 3°44’9.10″N 115°55’45.36″. Pukul 16.08 Wita pesawat PK-SNG dan PK-VVU telah melakukan penyisiran, dengan hasil nihil dan mendarat di Malinau untuk pengisian bakar.

Dia juga mengatakan, pada pukul 16.00 Wita, pihaknya berkoordinasi dan mengerahkan Heli Bell 412 EPI REG. GA. 5224 milik Kodam VI Mulawarman untuk melakukan penyisiran ke Binuang. Heli Bell tersebut take off dari Tarakan menuju Binuang pukul 16.57 Wita, dengan estimasi 45 menit dan tiba pukul 17.43 Wita. Dengan total 10 Passenger on Board (POB), yakni 6 tim rescue SAR Tarakan dan 4 crew Heli.

Namun, pencarian harus dihentikan lantaran cuaca gelap dan melakukan pengisian bahan bakar. Sementara itu, Komandan Lanud Anang Busra Kolonel Pnb Bambang Sudewo mengatakan, melakukan pencarian mengacu pada ELT. Tantangan dalam pencarian yakni diketinggian 5.900 meter di atas permukaan laut dan jarang ada masyarakat. Selain itu, akses jaringan internet dan darat juga cukup sulit ditempuh.

“Sampai sekarang kami belum mendapat berita dan gambar. Sehingga kami berembuk. Karena bandara di sana hanya bisa dimasuki secara visual. Sementara kondisi cuaca sudah sore. Besok jam 08.00 Wita baru bisa memulai,” singkatnya.

Manager PT Smart Cakrawala Nasrul mengatakan, sebelum penerbangan pesawat perintis PK-SNE, selalu melakukan pengecekan terhadap komponen pesawat. Sebelumnya keberangkatan, pihaknya meminta update foto cuaca lokasi tujuan. Dalam pesawat tersebut, hanya berisi pilot atas nama Muhammad Yusuf dan seorang engineer atas nama Deni.

“Base pesawat ini di Malinau, jadi di sini (Bandara Tarakan) hanya satu hari. Makanya ada satu engineer yang dibawa. SOP-nya memang sebelum berangkat harus dicek komponennya,” ungkapnya.

Nasrul juga menyebut, jam terbang pilot sudah cukup tinggi di wilayah Kaltara yakni 754 jam. Sementara barang muatan yang dibawa 583 kg, dengan kapasitas pesawat mencapai 650 kg.

Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, pada saat dijadwalkan take off dari Bandara Juwata Tarakan ke Bandara Binuang, kondisi cuaca juga terpantau normal. Cuaca similar mendekati di wilayah Long Bawan, pukul 09.00 Wita atau cuaca yang baik.

Kondisi cuaca di Long Bawan dua pertiga langit tertutup awan, dengan temperatur 28 derajat celcius. Jarak pandang masih diambang batas normal yakni 10 kilometer. Namun, memasuki sore hari, terdapat penurunan jarak pandang menjadi 8 kilometer.

“Hal itu disebabkan oleh partikel basah di udara. Itu kabut. Kalau kabut biasanya jarak pandang kurang dari 1 kilometer,” sebutnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru