Friday, 17 April, 2026

Komoditas Kedelai di Kaltara Belum Dilirik Petani

TANJUNG SELOR – Komoditas kedelai belum dilirik para petani di Kalimantan Utara (Kaltara). Kondisi ini dilatarbelakangi kedelai lokal belum bisa bersaing dengan kedelai impor.

“Sangat terkendala pemasaran dan penjualan. Kedelai lokalan ini dibilang rasanya rendah, teksturnya tidak berkualitas. Tapi kalau impor, banyak yang suka bahkan lebih berkualitas,” jelas Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Jefri, Selasa (22/3).

Dengan persoalan tersebut, membuat petani tidak ada yang fokus mengembangkan kedelai. “Ya mau bagaimana lagi, mereka sukanya impor. Dari harga juga yang lokal itu malah di atas harga impor. Jadi, tidak ada yang mau,” ungkapnya.

Data produksi dan kebutuhan kedelai selama setahun, DPKP Kaltara belum bisa menyampaikan. Namun, mayoritas lahan tanam tidak didata karena di bawah 1 hektare. “Data produksi di bawah 1 hektare itu tidak dihitung. Kebanyakan yang tanam kedelai tidak ada yang sampai 1 hektare,” ujarnya.

Pemerintah daerah, diakui Jefri terbentur anggaran untuk melakukan pembinaan. Kehadiran pemerintah lebih kepada pembinaan umum bagi petani yang membudidayakan saja. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru