NUNUKAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 0911 Nunukan, mengukuhkan Desa Aji Kuning, Pulau Sebatik sebagai Kampung Pancasila.
Geografis Desa Aji Kuning memiliki intensitas tinggi masuknya orang dan barang, dari atau ke Malaysia. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan, Desa Aji Kuning menjadi pilot project program TNI AD. Untuk membangun jiwa patriot dan memperkokoh kebhinekaan di provinsi termuda Indonesia ini.
“Lokasi yang langsung berhadapan dengan Malaysia, menjadi salah satu dasar kita untuk lebih menguatkan kebhinekaan. Sehingga masyarakatnya bisa menjadi benteng tangguh di perbatasan negara,” ujar Dandim 0911 Nunukan Letkol Inf Albert Frantesca, Minggu (10/4).
Di Desa Aji Kuning, terdapat rumah ibadah yang bersebelahan, kultur dan adat sekitar berjalan secara harmonis tanpa ada jarak. Tidak pernah terdengar ada kasus intoleran dalam keseharian.
Masyarakat selalu berbaur menjadi satu, tanpa sekat, tanpa jarak. Sehingga kekompakan tersebut akan diperkokoh dalam konteks Pancasila.
“Dengan Kampung Pancasila, masyarakat perbatasan akan terus menggelorakan semangat Garuda di dadaku. Meski bekerja di Malaysia, jiwa mereka tetaplah Indonesia,” tutur Albert.
Di Kampung Pancasila, Danramil dan Bhabinsa memiliki posko. Sebagai pos pentau sekaligus tempat mensosialisasikan bela negara. Tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat diajak untuk selalu bertukar pikiran, urun rembug, dan berbagi informasi terkini.
“Itu sekaligus akan mencegah tindak ilegal di perbatasan negara. Kampung Pancasila akan mencegah masuknya paham radikalisme, terorisme dan intoleran,” tegasnya.
Menurut Albert, Kampung Pancasila akan dibangun secara berkelanjutan, mengambil titik dan lokasi rawan di perbatasan. Selanjutnya, Kodim 0911 Nunukan mengagendakan deklarasi Kampung Pancasila di dataran tinggi Krayan.
“Ini merupakan instruksi KSAD, kita akan bangun terus Kampung Pancasila, setidaknya dalam satu kecamatan minimal ada satu. Kampung Pancasila juga menjadi blockade peredaran narkoba yang menghancurkan generasi bangsa,” harapnya. (kn-2)


