TARAKAN – Badan Urusan Logistik (Bulog) Tarakan memastikan ketersediaan gula untuk memenuhi kebutuhan Ramadan hingga Lebaran dapat tercukupi.
Dikarenakan paling lama pekan depan, stok gula akan tiba di Tarakan dan langsung didistribusikan ke masyarakat. Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan Suharsana mengakui tekah mengusulkan 100 ton gula untuk kebutuhan di Kaltara. Namun dari Bulog Pusat hanya diberikan 50 ton gula.
“Setengahnya saja dari usulan kami. Tapi, mudahan karena ini sifatnya mendesak, nanti kalau datang kami tetap ingatkan agar kebutuhan yang sesuai usulan bisa terpenuhi semua,” ujarnya, Selasa (12/4).
Ia menjelaskan, kendala terbatasnya gula ini bukan dari transportasi. Melainkan memang secara nasional, Bulog tidak mendapatkan penugasan. Pihaknya bahkan sudah lama mengalami kekosongan gula.
Namun karena untuk hari besar maupun kebutuhan Ramadan, meminta lagi ke pusat untuk segera dipenuhi. “Kami minta seadanya dulu. 50 ton ini nanti distribusinya ke masyarakat dengan kemasan 50 kg. Metode kami, mungkin bisa melalui kiloan. Tapi, kami hanya mengikuti perintah dari pusat,” tegasnya.
Harga gula saat ini, sesuai ketentuan dari pusat atau harga eceran tertinggi (HET) Rp 13.500 per kg untuk dijual. Harga ini merata untuk semua masyarakat. Setibanya gula di gudang Bulog, pihaknya akan salurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Mesti usulan permintaan gula hanya diberikan 50 ton, diperkirakan jumlah ini sudah cukup memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Terlebih lagi tidak hanya Bulog yang menjual gula di Tarakan, ada juga retail.
“Jangan sampai kami dianggap monopoli. Tapi, kita jangan terkesan tidak konsekuen. Karena kalau Bulog itu semua diatur melalui Inpres sampai Peraturan Menteri Perdagangan. Berbeda dengan pedagang, misalnya minyak goreng kan bebas dijual dari pedagang,” jelasnya.
Bulog juga wajib menjual sesuai HET yang sudah ditetapkan Menteri Perdagangan. Bahkan Bulog masuk dalam tim Satgas Pangan. Sehingga ikut mengawasi pendistribusian sembako ke konsumen akhir.
“Sudah ada informasi kalau gula sudah berangkat, tinggal sampai ke Tarakan saja. Tapi gula ini bukan dari gudang kami, tetapi pengadaan mandiri yang harganya di atas. Tdak boleh dijual mahal. Kalau kami melihat Ramadan sebelumnya, ketersediaan ini mencukupi,” pungkasnya. (kn-2)


