Tak ada yang mengalahkan suasana berbuka puasa di negeri sendiri. Namun, setidaknya, saat berada di negeri yang jauh dari Indonesia, berbuka puasa bersama saudara-saudara sebangsa di perantauan bisa sedikit mengobati kerinduan.
SUASANA tersebut tergambar dalam acara buka puasa bersama komunitas Indonesia di Masjid Al Falah, Berlin, pada Sabtu lalu (9/4). Sekitar 250 orang yang hadir dalam kegiatan tersebut tampak bahagia. Saling berbagi kabar dan berbagi tawa.
Buka puasa merupakan kegiatan yang rutin diadakan setiap Ramadan tiba, oleh pengurus masjid milik komunitas warga Indonesia di Berlin itu. Namun, kegiatan buka puasa kali ini terasa lebih spesial.
“Ini adalah kali pertama kita bisa berbuka puasa lagi di masjid. Setelah dua tahun tidak bisa melakukannya karena terhambat pandemi Covid-19,” ungkap Ketua Kegiatan Ramadan Masjid Al Falah Berlin Muhammad Bagus yang diwawancarai sebelum azan Maghrib.
Dia menambahkan, tahun ini buka puasa bersama dilaksanakan sepekan sekali pada hari Sabtu. Bagus menuturkan, dirinya dan seluruh pengurus masjid bersyukur kali ini jemaah bisa kembali berbuka puasa di masjid. Dia bilang, tahun lalu sebenarnya juga ada buka puasa, namun, hanya boleh take-away. Tidak boleh dimakan bersama di masjid.
Nah, karena tahun ini buka puasa sudah bisa diadakan di masjid, para jemaah pun tidak menyia-nyiakannya. Selain mendapatkan makanan, mereka juga bisa saling bersilaturahmi dan berbagi cerita dengan saudara sebangsa lainnya. Yang sedang berada di ibu kota Jerman tersebut.
Kebanyakan dari mereka yang hadir saat itu adalah para mahasiswa yang sedang melanjutkan studi di Jerman. Dalam buka puasa pertama tahun ini, tampak pengurus masjid membagikan makanan yang ditaruh dalam wadah styrofoam.
Isinya, tentu saja masakan Indonesia yang mungkin bagi sebagian jemaah yang datang saat itu sudah jarang mereka nikmati sehari-hari. Saat itu, menu yang disajikan adalah semur daging sapi, telur rebus, tumis tauge, bakwan jagung, dan perkedel.
Tak hanya itu, sebagai takjil ada nagasari dan bubur candil. Bagus mengatakan, konsumsi untuk berbuka disiapkan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam pengajian ibu-ibu di Masjid Al Falah. “Semuanya yang mengatur ibu-ibu, mulai dari yang masak sampai yang mempersiapkan semuanya,” ucap pria yang sedang menempuh pendidikan S2 tersebut.
Kemudian, setelah berbuka, mereka membersihkan sendiri bekas makanan mereka. Mereka pun juga sudah sadar bagaimana membuang sampah yang benar. Sampah bio akan dikumpulkan bersama. Begitu juga sampah plastik masuk dalam wadah yang sama. Pun juga sampah kertas. Setelah itu, mereka bersantai sejenak untuk kemudian bersiap untuk melaksanakan salat Tarawih berjamaah. (jpg)


