TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan berupaya untuk mengembangkan potensi hutan yang dimiliki. Dengan mengumpulkan para pemegang izin kehutanan, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun yang bergerak di bidang swasta.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan akan sandingkan dalam konteks kemitraan, dalam pengembangan tersebut. Hal itu disampaikan Bupati Bulungan Syarwani, saat membuka sosialisasi berkaitan pengembangan hutan di Bulungan, Rabu (6/7).
Seperti yang sudah berjalan, antara perusahaan Kayan Makmur Sejahtera (KMS) dan Senguyun. Telah bermitra secara legal dan sudah ditandatangani. “Saya bersama Kepala Dinas Kehutanan, menjadi saksi kemitraan yang telah dibangun kedua belah pihak itu. Ini dapat menjadi contoh bagi pihak lain, dalam mengembangkan potensi hutan,” harap mantan Ketua DPRD Bulungan ini.
Perjanjian kedua pihak tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Dengan konsep kemitraan di bidang sosial, bisa membantu mengembangkan produk-produk unggulan di Bulungan.
Dengan adanya produk unggulan, tentu sejalan dari misi pemerintah daerah. Satu desa satu produk, bisa terealisasikan dengan mekanisme kemitraan. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPP) Bulungan Zakaria mengatakan, untuk fokus yang dilakukan selama ini lebih kepada pembinaan bagi para pelaku usaha.
Belum lama ini, telah melakukan pelatihan bagi pelaku usaha. Fokus pembenahan di masing-masing desa dan wilayahnya. “Sebenarnya ada produk-produk kita, tapi belum go nasional masih skala lokal. Seperti Amplang, termasuk produk-produk makanan ringan lainnya,” sebutnya.
Ke depan, menurut Zakaria, masih perlu edukasi secara bertahap. Supaya produk lokal bisa bersaing hingga di tingkat nasional. “Untuk beberapa bahan baku, kita masih mendatangkan dari luar daerah,” imbuhnya.
Diharapkan, melalui pembinaan dan dukungan pemda, bisa ikut terlibat dalam pengembangan produk lokal. Hingga nantinya bisa dikembangkan sampai tingkat nasional. (kn-2)


