Wednesday, 24 June, 2026

Hasil Sampling Verifikasi Faktual di Lapangan, Data Tak Sesuai

TANJUNG SELOR – Usai hasil rekapitulasi dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara pada Senin (4/7) lalu, beberapa data alami kenaikan. Seperti data pemilih pemula, ganda maupun warga yang meninggal dunia.

Kabupaten Bulungan misalnya, Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) yang dilakukan rekapitulasi alami kenaikan. Bahkan data yang didapat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU RI, setelah dilakukan sampling, tidak sinkron dengan data yang ada di lapangan.

Komisioner KPU Bulungan Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Mistang mengatakan, data yang didapat telah disampling dengan data di lapangan. Sampling dengan cara melakukan verifikasi faktual di lapangan. Akan tetapi, data yang didapat dari pusat, banyak yang tidak sesuai.

Pasalnya, terjadi perubahan di lapangan. Seperti data pemilih yang meninggal dunia hingga adanya pemilih ganda. “Sumber data kami merupakan hasil sinkronisasi dari KPU RI dan Kemendagri. Kemudian, kami lakukan sampling lagi, guna mendapatkan hasil yang akurat,” terangnya, Kamis (7/7).

Berdasarkan hasil sampling dan sinkronisasi di dua kelurahan, yakni Tanjung Selor Hulu dan Hilir. Dengan fokus di RT 11, 12 dan 14. Ditemukan pemilih baru atau pemula. Biasanya disebut juga pemilih potensial. Setelah dilakukan sinkronisasi data dan sampling, tercatat pemilih pemula di Bulungan 115 orang. Ada juga data pemilih yang meninggal dunia 51 orang. Untuk data meninggal dunia, berdasarkan hasil submit dari data yang diturunkan KPU RI. Menemukan 33 data meninggal sesuai data tersebut.

Kemudian, KPU Bulungan melakukan sampling di lapangan. Terdapat tambahan data 18 orang. Itu tidak masuk dalam data sinkronisasi antara KPU RI dan Kemendagri.

“Ada 18 orang meninggal dunia ini, yang kami temukan saat melakukan sampling di kelurahan-kelurahan. Itu tidak masuk dalam data dari pusat. Setelah melakukan sejumlah verifikasi faktual, kami memutuskan memasukan 18 orang itu ke dalam data meninggal. Hasilnya, 51 orang data pemilih yang meninggal. Itu masuk dalam DPB bulan berjalan,” bebernya.

Bahkan, didapati juga adanya data ganda. Terdapat satu orang yang ditemukan datanya ganda, di Bulungan dan Tarakan. Dengan nama dan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang sama. Setelah ditelusuri, yang bersangkutan telah pindah ke Banten, Jawa Barat (Jabar).

“Status yang bersangkutan awalnya bekerja di BMKG Bulungan, kemudian setelah di kroscek lagi ternyata kembali ke Banten. Maka, kami nyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat),” ujarnya.

Alhasil, untuk DPB semester I 2022, KPU Bulungan mencatat 98.582 pemilih. Alami kenaikan sebesar 32 pemilih dari 98.550 pemilih. Kemudian, untuk pemilih baru 120 orang, dan pemilih yang dinyatakan TMS 88 orang. Terdapat juga pemilih yang melakukan ubah data 49 pemilih. (kn-2)

/// DPB semester I 2022 Bulungan ///

 

JUMLAH DPB

Sebelumnya            : 98.550 pemilih

Semester I/2022      : 98.582 pemilih

PEMILIH BARU

Pemula                   : 115 pemilih

Pindah Masuk          : 5 pemilih

PEMILIH TMS

Pindah Keluar         : 5 pemilih

Meninggal Dunia      : 51 pemilih

Ganda                    : 32 pemilih

PEMILIH UBAH DATA

Elemen Data          : 43 pemilih

Alamat Asal             : 3 pemilih

Alamat Tujuan         : 3 pemilih

 

SUMBER DATA: KPU Bulungan

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru