TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menyiapkan skema pengiriman logistik, untuk daerah yang memiliki wilayah dan geografis yang sulit dijangkau.
Jika semakin sulit akses dalam pengiriman logistik, maka anggaran yang dibutuhkan pun cukup besar. Komisioner KPU RI Divisi Data dan Informasi Betty Epsilon Idroos mengatakan, besarnya anggaran untuk distribusi logistik pada pelaksanaan Pemilu nanti, juga dibahas dijajaran KPU RI.
KPU RI masih memetakan terkait anggaran logistik. Misalnya Kaltara, di mana perlu diperhitungkan penyedia logistik. “Jadi penyedia ini jangan jauh dari Kaltara. Kalau dulu saya di Jakarta, penyedianya di Makassar. Padahal di Jakarta punya banyak sekali pabrik-pabrik atau penyedia yang lebih dekat,” terangnya, Kamis (28/7).
Terhadap alokasi anggaran untuk logistik, KPU RI akan membuat klasterisasi. Di mana pabriknya, tersedia atau tidak. Lalu transportasi yang digunakan dan proses pengiriman logistik tersebut. “Untuk daerah terluar, terjauh dan tersulit, akan kita fasilitasi terlebih dahulu,” imbuhnya.
Untuk daerah yang distribusinya melalui perjalanan yang agak menyulitkan. Maka nantinya akan minta kepada KPU Kaltara untuk memetakan. Mulai lokasi, berapa jam perjalanan dan menggunakan transportasi apa agar bisa menuju daerah tersebut. Sehingga, KPU RI nanti bisa memetakan melalui sistem informasi logistik yang dimiliki.
Misalnya, di Krayan atau daerah lain yang distribusinya menggunakan pesawat. Maka, untuk logistik yang dibutuhkan akan didatangkan terlebih dahulu. Pekerjaan ini tidak dilakukan sendiri, tapi ada dapat meminta bantuan TNI/Polri, Bawaslu dan saksi-saksi. “Keterbukaan harus terus menerus dioptimalisasi, sehingga Pemilu di Kaltara bisa berjalan dengan baik,” harapnya. (kn-2)


