TANJUNG SELOR – Hadirnya pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Dipastikan akan menyerap tenaga kerja 100 ribu orang di kawasan seluas kurang lebih 10.100 hektare (ha).
Dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM), Bupati Bulungan Syarwani berkomitmen. Untuk meningkatkan SDM di Bulungan hingga dapat terserap dalam pembanguan di kawasan industri tersebut.
Bahkan, pemkab sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Maranatha Bandung, untuk membuka program diploma III.
“Kelas yang dibuka di Bulungan, kelas bahasa asing dan Mandarin. Insya Allah akan segera direalisasikan dan akan dimulai tahun ini,” ujar Syarwani, kemarin (13/2).
Untuk lokasi pembelajarannya, direncanakan di Kampus Universitas Kaltara (Unikaltar) Tanjung Selor. Nanti akan dikomunikasikan dengan pihak kampus. Jika nanti bersamaan dengan aktivitas perkuliahan di Unikaltar, mungkin akan digeser ke tempat lain.
Menurut Syarwani, saat ini progresnya sudah mulai finalisasi pelaksanaan. Proses penyusunan kurikulum pembelajaran juga sedang dilakukan pihak universitas Maranatha. “Untuk teknis pembelajarannya, anak-anak yang ikut program ini tidak dikirim ke Bandung. Tapi hanya di Bulungan, dosennya yang datang bukan mahasiswanya,” tutur Syarwani.
Pembelajaran nantinya akan dibuka dua kelas, masing-masing kelas diisi 40 mahasiswa. Namun, untuk pengumuman pendaftaran belum dibuka. Karena dokumen-dokumen pembelajaran harus dipersiapkan terlebih dulu. “Kami belum berani buka pengumumannya jika teknis belum clear,” imbuh Syarwani.
Selain itu, tim Universitas Maranatha juga akan dibantu Bappeda Litbang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan. Dalam program kelas bahasa asing ini, diupayakan bisa diprioritaskan bagi anak-anak di Desa Tanah Kuning – Mangkupadi.
Bahkan, telah tertuang dalam dokumen tertulis oleh pengelola kawasan itu. Bakal hadir Balai Latihan Kerja (BLK) dan Politeknik, yang berkaitan dengan kawasan industri.
“Saya harap anak-anak kita punya keahlian. Sehingga tidak sulit masuk di kawasan itu, karena kita tidak ingin menjadi penonton. Namun dapat mengambil bagian di kawasan KIPI itu,” harap Syarwani. (kn-2)


