Saturday, 25 April, 2026

Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Tarakan Pelaku Perjalanan

TARAKAN – Penyebaran Covid-19 dari aktivitas pelaku perjalanan paling mendominasi di Tarakan. Sementara kasus dari kontak erat dengan pelaku perjalanan, menjadi terbanyak kedua penyebaran Covid-19 di Tarakan. Masuknya Covid-19 dari pelaku perjalanan ini memang sudah menjadi penyebab terbanyak dalam naiknya kasus Covid-19 di gelombang pertama dan kedua di Tarakan.

Wali Kota Tarakan Khairul menegaskan, seringkali kedatangan pelaku perjalanan yang memicu meningkatnya jumlah konfirmasi positif. Pelaku perjalanan ini, juga banyak dari kalangan pekerja yang memiliki waktu bekerja secara berkala dan pulang ke kampung halamannya dalam waktu tertentu.

“Dua minggu off, setelah itu pulang dan tes lagi, biasanya malah positif. Nah, itu yang selama ini terpantau. Pelaku perjalanan yang kami lihat dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes), paling banyak dari pelaku perjalanan dan kontak dari pelaku perjalanan,” ujarnya, Sabtu (19/2).

Selebihnya, ada suspek yang mungkin juga merupakan salah satu kontak dengan pelaku perjalanan. Gejala penyakit yang timbul biasanya diawali demam dan mudah letih. Mesti Tarakan sudah memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dengan pelaku perjalanan terbanyak menjadi penyebar Covid-19, kebijakan nasional belum mewajibkan penyekatan pintu-pintu masuk.

“Kebijakan nasional tidak ada PPKM darurat lagi. Kita punya pengalaman di dua tahun ini, penyekatan yang terlalu ketat juga akan membuat ekonomi kita sangat terganggu lagi. Omicron ini kan diperkirakan puncaknya di Februari ini, mudahan di bulan Maret sudah turun dan tidak ada lagi virus lainnya,” harapnya.

Pelaku perjalanan, kata Khairul, juga sudah diwajibkan untuk memenuhi syarat sebelum melakukan perjalanan. Mulai dari harus bebas Covid-19 minimal dari hasil tes antigen dan harus sudah mendapatkan vaksin minimal dosis pertama.

Selain itu, jika dilihat dari hasil analisa dan penelitian terkait virus Omicron yang merupakan mutasi dari Covid-19, tidak seganas varian Delta. Ditambah lagi, dari jumlah konfirmasi di Tarakan ada 4 orang di rawat inap tidak memiliki gejala berat dan hanya bergejala sedang.

“Kematian juga belum ada, mudahan tidak ada. Tapi, saya minta masyarakat tetap waspada, jaga protokol kesehatan. Tidak usah panik. Aktivitas seperti biasa, tetap pakai masker, cuci tangan, hindari kerumunan, jaga jarak, dan kalau tidak perlu jangan keluar rumah,” pesannya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru