Thursday, 23 April, 2026

Angin Kencang Terjang Tana Lia, Ini Dampaknya…

TIDENG PALE – Hujan yang disertai angin kencang melanda Desa Sambungan Selatan, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kamis dinihari (14/4).

Akibatnya, sejumlah rumah warga, fasilitas pendidikan dan usaha sarang burung walet terdampak. Atap rumah warga maupun fasilitas pendidikan terlihat rusak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KTT mendapat informasi dari kecamatan, langsung meninjau lokasi.

“Informasi yang kami terima, pagi tadi (kemarin, Red) terjadi angin puting beliung di Tana Lia. Kejadian diperkirakan tengah malam hingga jelang Subuh. Kami akan memberikan informasi lebih lanjut usai cek lapangan,” terang Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana BPBD KTT Yonatan, Rabu (13/4).

BPBD akan menurunkan petugas untuk melakukan pembersihan dari fasilitas pendidikan maupun usaha warga. “Dari bencana ini tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Dikarenakan kerusakan ini terjadi terhadap fasilitas pendidikan dan usaha maupun rumah warga. BPBD akan melakukan perhitungan, sejumlah kerusakan yang terjadi dan diserahkan ke OPD terkait.

Wakil Ketua I DPRD KTT Samoel mengharapkan dinas teknis untuk meninjau keruskan yang terjadi di Tana Lia. Kemudian, diberikan bantuan kemanusiaan atas peristiwa yang menimpa.

“Dinas terkait perlu mendata kerugian yang terjdi di lapangan. Baik perumahan penduduk, fasilitas publik sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” singkatnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Forcester BMKG Tanjung Harapan Tanjung Selor Sylvi mengatakan, mengenai kecepatan angin di wilayah Kaltara terpantau Siklon Tropis Malakas yang berada di Samudera Pasifik Timur Filipina. Tepatnya sekitar 1.780 km sebelah timur laut Tahuna, 16,1°LU, 135.3°BT dan bertekanan 955 mb.

Dengan kecepatan angin maksimum 80 knot. Akibatnya beberapa wilayah di Indonesia seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua akan berpotensi hujan sedang hingga lebat. Yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat dalam 24 jam ke depan.

“Masyarakat tetap waspada, untuk kejadian di KTT itu merupakan dampak tidak langsung dari keberadaan Siklon Tropis Malakas. Ditambah dengan adanya sirkulasi siklonik di wilayah Kalimantan Timur, hingga perairan sebelah timur Kalimantan Utara. Serta adanya beberapa kondisi lokal yang menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi di Kaltara,” jelas Sylvi.

Dampak lain dari Siklon Tropis Malakas, membuat beberapa wilayah di Kaltara mengalami cuaca buruk. Dalam beberapa hari ke depan, lanjutnya, wilayah Kaltara masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir dan angin kencang. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru