Sunday, 19 April, 2026

Antisipasi Kecelakaan Pesawat di Kaltara

TARAKAN – Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Dirops Basarnas RI) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso memberikan arahan, dalam rapat koordinasi penyusunan kontingensi, Senin (19/2).

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi bencana yang cukup besar. Baik itu bencana gempa bumi dan letusan gunung merapi. “Dengan kita ada bonus demografi, tentunya akan mempengaruhi pergerakan manusia. Baik itu melalui udara maupun laut. Untuk itu, kami melaksana rapat kontingensi terkait dengan kecelakaan pesawat,” ujar Edy.

Ia menegaskan, di Kaltara menjadi bagian perpindahan masyarakat yang menggunakan fasilitas transportasi udara atau pesawat. Pihaknya memberikan arahan dihadapan TNI/Polri, Senkom, Dinas Perhubungan Kaltara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan dan BLU Unit Penyelenggara Bandar Udara Juwata Tarakan.

Meski belum pernah menemukan kecelakaan pesawat di Kaltara, pihaknya akan mengantisipasi hal tersebut. Sementara file aktif atau kecelakaan laut di Kaltara hanya ada 25 kecelakaan.

“Kami merancang untuk mengantisipasi apabila terjadi kebebencanaa. Basarnas dalam hal ini didukung dan dibantu stakeholder terkait TNI/Polri, bisa segera menangani dan membantu upaya pencarian dan pertolongan,” jelasnya.

Nantinya, pada skenario dilakukan simulasi jika terjadi kecelakaan pesawat. Kantor SAR Tarakan bersama stakeholder sudah merancang skenario tersebut. Akan ada sekitar 30 personel yang terlibat dalam simulasi latihan gabungan kecelakaan pesawat yang akan digelar hari ini, (20/2).

Lokasi simulasi berada di perairan Juwata Laut, Tarakan Utara dan dipimpin langsung dari Direktorat Kesiapsiagaan dan Latihan Basarnas RI. “Kita harus diap mengantisipasi kebencanaan tersebut,” tegasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru