TARAKAN – Ratusan massa yang tergabung bersama ormas keagamaan mendatangi Mako Polres Tarakan, Sabtu (29/4) lalu. Massa mengapresiasi tindakan kepolisian terkait penanganan penyakit masyarakat (pekat).
Gabungan massa yang datang diantaranya dari Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta tokoh lintas agama. Wakil Ketua MUI Kaltara Syamsi Sarman mengakui, selama ini sangat prihatian dengan adanya sejumlah penyakit masyarakat yang terkesan dibiarkan. Ia menduga masih ada tempat maksiat seperti perjudian togel, praktik prostitusi terselubung, peredaran narkotika dan perjudian sabung ayam. Bahkan ada lomba balap lari, yang diduga jadi ajang berjudi dilakukan di sekitar Islamic Center.
“Judi sabung ayam di Binalatung yang semakin membesar. Bahkan dengan pemain lintas daerah. Judi balap lari yang melecehkan umat Islam, karena ditempatkan bersebelahan dengan Islamic Center,” terangnya.
Sebagai perwakilan organisasi keagamaan, ia berharap agar pihak kepolisian beserta aparat penegak hukum lainnya dapat memberantas penyakit masyarakat secara maksimal. Menurutnya, kondusifitas dan kenyamanan hidup bermasyarakat modal dasar, dalam beribadah dan mengembangkan kebaikan bersama.
“Perbuatan mulia yang dilakukan kepolisian beserta penegak hukum, tentu kami apresiasi setinggi mungkin. Dukungan moral maupun doa tetap kami berikan. Jika dibutuhkan, kami pun siap memberikan bantuan sebagai anggota pendukung kekuatan sipil. Dalam memberantas kegiatan yang dapat mendatangkan murka Allah,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengatakan upaya pemberantasan pekat diperlukan kerja sama bersama TNI, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) serta masyarakat. Bahkan diperlukan strategi dalam penanganannya.
“Untuk memahami secara keseluruhan proses ini, satu prespektif tentu tidaklah cukup. Diperlukan kajian dari banyak pihak, yang jelas kita mengharapkan perbaikan. Harus ada langkah yang diambil. Tentunya penegakan hukum harus dilaksanakan. Jika penegak hukum mundur, maka kita pasti akan kalah,” tuturnya.
Disinggung soal masih adanya aktivitas perjudian sabung ayam, pihaknya akan melakukan penegakan hukum. Namun pihaknya menyusun strategi, dalam mengungkap praktik perjudian sabung ayam. Jika ditemukan adanya oknum polisi yang terlibat dalam perjudian, ia akan memberikan sanksi tegas.
“Kami akan melakukan penegakan hukum sesuai dengan harapan masyarakat. Kami akan susun strateginya. Kami akan melakukan langkah-langkah itu. Tapi dukungan dan kesadaran harus tumbuh bersama. Ini tidak bisa dikerjakan dari satu sisi saja, karena pasti akan ada imbas ke permasalahan lain,”’ ujarnya. (kn-2)


