CABANG olahraga (Cabor) Sepak Bola, Bulungan menyisakan satu pertandingan lagi dengan bertemu Tana Tidung. Satu laga tersebut menjadi penentu, peluang medali emas bagi Bulungan.
Pasalnya, berdasarkan klasemen sementara di cabor sepak bola, Bulungan bersaing ketat dengan Malinau yang berada di puncak. Dengan torehan nilai sama 7 poin. Hanya saja Malinau diuntungkan dengan selisih gol yang tercipta selama pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) I Kaltara. Bulungan berada di peringkat kedua. Disusul Nunukan dan Tarakan, serta paling buncit Tana Tidung.
Asa untuk merebut medali emas bagi Bulungan terbuka, jika pada laga tersisa nanti bisa memetik kemenangan atau paling tidak hasil seri. Pasalnya, pada laga kemarin (20/12), bermain di Stadion Andi Tjatjo Tanjung Selor, anak asuh Otniel Udan berhasil memetik kemenangan tiga gol tanpa balas atas Nunukan.
Gol yang tercipta bagi Bulungan dilesahkan pada babak pertama. Masing-masing disumbangkan oleh Ari Prasetya (8’), Kristian (22’) dan Marcel (35’). Selama laga berlangsung, kedua tim berusaha untuk menyarangkan si kulit bundar ke gawang. Nunukan berusaha untuk menekan ke jantung pertahanan Bulungan. Namun, selalu berhasil dipatahkan oleh pemain belakang Bulungan.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandinga, skor tidak berubah untuk keunggulan Bulungan, 3-0. Ditemui usai pertandingan Pelatih Bulungan Otniel Udan merasa bersyukur dengan hasil kemenangan yang diraih anak asuhnya.
“Pada laga terakhir saya sudah instruksikan kepada para pemain untuk tampil all out. Karena kita harapkan di cabor ini (sepak bola) bisa meraih medali emas,” ujarnya.
Bagi dia, apabila berhasil meraih medali emas. Tentu ini menjadi sejarah, pada pelaksanaan Porprov perdana ini. Di laga terakhir bersua Tana Tidung, Oiniel mengaku tetap harus waspada terhadap kekuatan lawan. Meskipun secara hitung-hitungan, peluang Tana Tidung meraih medali sudah pupus.
“Tetap waspada, karena ini pertandingan tidak bisa main-main. Kita akan evaluasi di pertandingan ini. Laga terakhir kita harus bisa memetik kemenangan,” tegasnya.
Sementara di cabor Senam, Kabupaten Bulungan sukses tampil sebagai juara umum, dengan torehan 7 medali (3 emas dan 4 perak). Disusul Malinau dengan 1 emas dan 3 perunggu. Sedangkan Tarakan harus puas dengan mendapatkan 1 perunggu.
Medali emas yang diraih pesenam Bulungan, masing-masing disumbangkan dari nomor Aerobic Putri (Epifanea Angelica Tulak), Artsitik Putra (Julian Revan Afandi) dan Aerobik Berpasangan (Dhana Prasetyawan dan Ade Aisyah Khumaira). Untuk 3 medali perak diperoleh dari nomor Aerobic Putri (Ade Aisyah Khumaira), Artsitik Putra (Muhammad Azril Afandi), Artsitik Putri (Aini Syahrini) dan Aerobik Berpasangan (Alifa Thedy Pramana/Epifanea Angelica Tulak).
Ketua Harian Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kaltara Dedy Irawan merasa puas dengan pencapaian medali yang ditorehkan pesenam Bulungan. Bahkan mampu merebut juara umum, dengan 7 medali.
“Apalagi sistem penilaian untuk cabor Senam ini, kita menggunakan dari PB (Pengurus Besar) Persani,” ujarnya.
Terhadap atlet yang sudah meraih medali, agar tidak lengah. Harus tetap menggenjot latihan, untuk persiapan Pra PON 2023. “Tetap harus menjadwalkan latihan berkala, sebagai persiaan Pra PON tahun depan,” pintanya.
Hal senada diungkapkan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bulungan Heru Rachmady, saat menghadiri penyerahan medali. Heru menekankan kepada para atlet untuk harus terus berlatih. “Kita berupaya perjuangkan untuk Pra PON 2023, atlet Bulungan bisa mewakili Kaltara di ajang PON 2024,” harapnya.
Menurut Heru, hasil Porporv ini agar tidak lantas berpuas diri. Apabila latihan tidak dijalankan, maka akan sulit memperoleh hasil maksimal. “Kunci keberhasilan meraih prestasi ada tiga. Yakni berlatih, berlatih dan berlatih. Jika tak berlatih, kalian tak ada apa-apanya di masa mendatang,” tuturnya.
Di cabor Renang, Kontingen Tarakan terlalu superior dari 4 kabupaten lainnya. Berlangsung di kolam renang Lantamal XIII, Tarakan, Selasa (20/12), Kontingen Tarakan meraup 17 medali emas, dari 20 nomor lomba.
Muhammad Rafli Setiawan menyumbang 2 emas bagi Tarakan. Melalui nomor 200 meter bebas dan 100 meter kupu-kupu putra. Sementara Heseikel Putra Panjaitan merebut 3 emas di nomor 50 meter dada, 100 meter punggung dan 200 meter dada putra.
Naufal Adrien Atalla turut berkontribusi dengan mempersembahkan 4 emas di nomor 50 meter punggung, 50 meter bebas, 50 meter kupu-kupu putra dan 100 meter bebas putra. Tiga emas lainnya, disumbangkan Mauiza Alifia di nomor 200 meter bebas, 100 meter punggung dan 50 meter punggung putri. Perenang Aurel Arsheila Dewi peroleh 3 emas di nomor 50 meter dada, 50 meter kupu-kupu dan 200 meter dada putri.
Kabupaten Malinau mencuri emas melalui Sardeli di nomor 100 meter kupu-kupu putri dan Carie Lionel nomor 100 meter dada putra. Sedangkan KTT yang meraih emas melalui Nabila di nomor 100 meter bebas putri.
Kontingen Tarakan pun dinobatkan juara umum dengan 17 emas, 7 perak dan 1 perunggu. Diikuti Malinau dengan 2 emas, 10 perak dan 11 perunggu. Tana Tidung di posisi ketiga dengan 1 emas, 2 perak dan 4 perunggu. Sedangkan Bulungan di peringkat 4 dengan 1 perak dan 3 perunggu.
Hasil ini disyukuri Ketua PRSI Tarakan Puji Utomo, karena telah melebihi target. “Target awal sekitar 15 medali. Tapi atlet kita berhasil merebut melebihi target,” singkatnya. (kn-2)


