Monday, 22 June, 2026

Bulungan Terima Hibah Ventilator

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mendapat hibah berupa alat ventilator dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Alat kesehatan (alkes) diberikan untuk memenuhi ketersediaan alat ventilator di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr H Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor yang masih terbatas. Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Imam Sujono mengungkapkan, saat ini ventilator telah dihibahkan BUMN dan akan segera tiba di RSD.

Alat medis ini sering kali digunakan pasien yang tidak mampu bernapas sendiri. Baik itu karena penyakit atau cedera yang cukup serius. “Tujuan utama penggunaan ventilator,  agar pasien mendapatkan oksigen yang cukup,” jelas Imam, Senin (4/12).

Dengan adanya ventilator di RSD Bulungan, Imam mengharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pasalnya, dengan alat ini, pelayanan kesehatan di RSD dapat semakin optimal dan lebih siap menghadapi situasi di masa depan.

“Saat ini jumlah alat ventilator di rumah sakit masih sangat terbatas,” imbuhnya.

Hibah dari BUMN ini, menurut dia, sangat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Bulungan. Patut disyukuri, ada perusahaan milik negara yang peduli pada kesehatan masyarakat dan siap bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem kesehatan di  Bulungan.

Ini merupakan bukti nyata, bisa berkontribusi dalam upaya memajukan bangsa dan negara. Sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih baik dan sehat untuk semua orang. Sementara itu, Humas dan Hukum RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo dr Heriyadi Suranta menambahkan, ketersediaan ventilator di RSD ada 8 unit. Jumlah itu dinilai masih kurang memadai, untuk jumlah pasien yang ada.

Sehingga masih mengusulkan permohonan penambahan ventilator kepada BUMD. “Alhamdulillah, permohonan pun dijawab dengan hibah ventilator dari BUMN,” ujarnya.

Menurut dia, ventilator merupakan salah satu alat yang sangat penting dalam pemulihan pasien dengan kondisi kesehatan serius. Meskipun ada 8 unit ventilator tersedia di rumah sakit, dinilai masih belum cukup mengatasi jumlah pasien yang ada. Sehingga, pasien harus bergantian untuk menggunakannya yang sangat berisiko mengurangi efektivitas penanganan.

Permohonan pun diajukan dengan landasan jumlah pasien dan ketersediaan ventilator yang ada di ruamh sakit. “Dalam usulan kita tidak menyampaikan jumlah ventilator. Tetapi, adanya data pasien dan ketersediaan ventilator mereka (BUMN) bisa melakukan evaluasi terhadap kebutuhan di rumah sakit,” tandasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru