TANJUNG SELOR – Dengan adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa Kawasan Industri Hijau INdonesia (KIHI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Dapat menunjang ekspor dan impor.
Sejalan dengan perkembangan KIHI yang terakselerasi pada kegiatan ekspor dan impor. Sehingga, penting bagi pemerintah untuk menstimulus kinerja ekspor komoditas yang bersumber dari industri olahan yang berbasis padat karya.
“Langkah itu akan membuat surplus neraca perdagangan berbanding lurus dengan pembangunan ekonomi daerah,” tutur Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Senin (4/12).
Hadirnya KIHI, lanjut dia, memang menjadi angin segar tampilnya surplus neraca perdagangan yang dapat dirasakan banyak masyarakat ke depan. Mengingat ragam industri di dalamnya menghasilkan produk tujuan ekspor dan membutuhkan banyak tenaga kerja.
Beroperasinya KIHI ke depan juga akan menurunkan nominal impor yang masuk dan meningkatkan nominal ekspor daerah. “Sambil menunggu realisasi dari PSN itu, PT Phoenix Resources International (PRI) di Tarakan yang akan beroperasi pada Oktober 2024 mendatang. Diperkirakan mampu mendongkrak ekspor hasil industri dan sekaligus menyerap tenaga kerja,” ungkapnya.
Pada tahap pertama, perusahaan ini menargetkan ekspor bubur kertas dan produk setengah jadi untuk diolah tisu maupun kertas. Pada tahap dua nanti, dilanjutkan dengan menghasilkan produk berbentuk barang jadi dari Tarakan. Pemerintah pun berupaya menghadirkan formulasi lain yang tepat untuk menggaet lebih banyak investor di bidang industri olahan yang masuk. (kn-2)


