Tuesday, 28 April, 2026

Bupati KTT Sampaikan Orasi Ilmiah

TIDENG PALE –  Orasi ilmiah disampaikan Bupati KTT Ibrahim Ali saat menghadiri pelepasan wisudawan-wisudawati di Politeknik Negeri Samarinda, Kalimantan Timur, baru-baru ini.

Hal yang menjadi penekanan orang nomor satu di KTT ini, terkait  perkembangan teknologi. Tentu menjadi tantangan dan peluang jika diberdayagunakan semaksimal mungkin.

Menurut Ibrahim, perkembangan teknologi dari masa ke masa terus berubah. Masyarakat pun dituntut untuk mengikuti perubahan tersebut. Ditambah dengan saat ini arus globalisasi tidak dapat dielakkan. Era teknologi dan digitalisasi telah mengubah wajah dunia.

“Bagaikan sambaran kilat yang siap membumihanguskan suatu bangsa. Jika tidak melakukan perubahan,” terang Ibrahim.

Dikatakan mantan Ketua DPRD KTT ini, era teknologi ditandai dengan pesatnya pendayagunaan informasi, transformasi teknologi hingga mencapai high teknologi. Sehingga melahirkan banyak fitur dan media komunikasi berbasis digital. Bahkan setiap hari, bulan dan tahun mengalami transformasi.

Tak terkecuali bidang garapan Politeknik Pertanian. Dahulu berbagai sistem pertanian menggunakan tenaga hewan untuk membajak sawah. “Saat ini beralih, seiring berkembangnya teknologi. Garapan sawah menggunakan teknologi seperti traktor. Demikian pula untuk penyemprotan hama tanaman, bisa andalkan teknologi seperti drone. Termasuk urusan pemasaran, bisa dipasarkan melalui aplikasi,” tuturnya.

Diakui Ibrahim, melaui sarana digitalisasi memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Perkembangan yang begitu cepat, hingga melahirkan disrupsi. Di mana era seluruh sektor merasakan dampak, baik bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan pendidikan.

“Inilah wajah baru dunia, yang kini ada di depan mata dan umat manusia harus menghadapinya,” ungkap Ibrahim.

Dengan kondisi ini akan mempengaruhi dinamika dunia pendidikan dan dunia kerja. Kemudian dijadikan sebagai tantangan dan peluang, yang harus dituntaskan secara bersama-sama. Era transformasi digital perlu dirasakan, untuk kemajuan dunia pendidikan dan rumpunnya ada di Politeknik.

“Zaman telah berubah. Ketika kita tak menyesuaikan diri untuk berubah sesuai tuntutan zaman. Maka kita bisa punah tergilas oleh pesatnya kemajuan peradaban,” imbuhnya.

Kebijakan yang diambil pemerintah, kata Ibrahim, cenderung memperhatikan keberadaan dunia pendidikan. Terlepas dari itu, kondisi ekonomi daerah yang terus berkembang memerlukan kontribusi para lulusan civitas akademika dalam berkiprah bersama membangun daerah. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru