Thursday, 23 April, 2026

Butuh Bangun Jalan Pendekat

TANJUNG SELOR – Akses jalan menuju kawasan industri yang berada di Tanah Kuning – Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, direncanakan akan dibangun.

Hal ini dilakukan agar mendekatkan akses menuju kawasan industri, yang digadang-gadang sebagai industri hijau terbesar di dunia. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara Datu Iman Suramenggala mengungkapkan, Pemprov Kaltara berencana membangun jalan akses baru dari Tanjung Selor ke daerah kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi.

Rencana pembangunan jalan baru itu, untuk mempercepat akses jalan ke daerah pesisir Bulungan tersebut. Jalan yang ada saat ini memiliki rute yang cukup panjang dengan kondisi jalan yang belum cukup baik.

“Jadi kita akan membangun akses jalan pendekat. Di mana jalan itu tidak akan melewati desa. Akses jalan itu, nantinya akan melewati kawasan HGU (Hak Guna Usaha) milik sejumlah perusahaan di sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara,” terangnya, Minggu (25/9).

Panjang jalan pendekat diperkirakan sekitar 68 kilometer (Km). Jalan tersebut mulai dari Kilometer 4 Jalan Trans Kalimantan, Tanjung Selor. Kemudian masuk ke kawasan perusahaan hingga ke arah Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Kemudian belok sedikit dan lurus ke arah Tanah Kuning.

“Rencana pembangunan ditargetkan tidak mengganggu jalan masyarakat,” imbuhnya.

Untuk ketersediaan lahan pembangunan jalan, diharapkan tidak akan ada masalah. Terdapat tujuh perusahaan yang lahannya akan dilewati. Perusahaan tersebut juga telah menandatangani kesepakatan, yang menyatakan bersedia melepas kawasan HGU yang bersinggungan dengan proyek jalan.

Dipilihnya rute tersebut, karena jalan itu lebih dekat dengan yang ada saat ini. Pembangunan jalan akan memangkas waktu tempuh dari Tanjung Selor menuju daerah pesisir Bulungan. Biasanya ditempuh dalam waktu 2-3 jam, berkurang dari 1 jam.

“Jadi jalan nanti dibuat untuk dua jalur dan kondisi jalannya relatif datar. Bila pembangunan jalan itu jadi, kurang lebih 45 menit kita sudah sampai di Tanah Kuning,” tuturnya.

Pihaknya berharap ada bantuan pendanaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Apalagi berdasarkan regulasi terbaru, pembangunan jalan yang menjadi kewenangan provinsi dapat didanai melalui APBN.

“Kita ajukan, karena ada regulasi terkait pendanaan jalan daerah. Untuk estimasi kita di sekitar Rp 300 miliar sudah selesai sampai kondisi aspal. Kita harap itu didanai dari Inpres,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru