Wednesday, 24 June, 2026

Diduga Meninggal karena Sakit

TARAKAN – Segerombolan  bocah menemukan orang tak dikenal dalam keadaan meninggal dunia di bangunan kosong Jalan KH Achmad Dahlan, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah sekira pukul 16.00 Wita, Sabtu (10/12) lalu.

Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang teridentifiksi bernama Kahar alias Ujang. Dari pantauan media ini, posisi korban saat ditemukan dalam kondisi telentang menggunakan celana selutut warna hitam.

Selain itu, menggunakan jaket warna kuning dan sandal sebagai bantal di dekat kaki korban. Bahkan ditemukan juga helm berwarna ungu. Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia menegaskan, dari hasil visum menyebutkan korban ada riwayat penyakit stroke. Pernyataan tersebut juga dikuatkan dengan adanya keterangan saksi.

“Normal (meninggalnya), memang ada riwayat sakit stroke. Kami sudah minta keterangan istri korban juga,” jelasnya, Minggu (11/12).

Sebelum ditemukan warga, korban diduga sudah meninggal dunia beberapa jam sebelumnya. Namun ada keterangan saksi yang menyebutkan, korban masuk ke dalam rumah kosong tersebut sekira pukul 13.00 Wita untuk beristirahat. Kemungkinan korban kelelahan, sehingga mencari tempat untuk beristirahat sebentar. Namun ternyata meninggal dunia di lokasi tersebut.

“Tak ada tanda-tanda kekerasan kami temukan. Memang ada luka di bagian kepalanya, tapi itu sepertinya luka lama. Ada juga sepeda motor korban kami temukan di lokasi kejadian, sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Kapolres.

Dengan korban dipastikan meninggal dunia tanpa ada ditemukan luka, maka penyelidikan terhadap dugaan kematian korban kemudian ditutup. “Sambil mencari informasi, tetapi ditutuplah sementara. Korban kami serahkan kepada pihak keluarga,” tegasnya.

Terpisah, Ketua RT 21 Ansar Syamsudin mengaku, tidak mengenali mayat yang ditemukan di lokasinya tersebut. Memang pertama kali yang temukan korban dari anak-anak, yang mau bermain bola di sekitar bangunan. Selanjutnya ia diberitahukan oleh warga sekitar.

“Ini memang RT saya. Tapi saya juga tidak tahu dan tidak pernah melihat (korban). Informasinya tukang ojek di Beringin, tinggalnya di Gunung Daeng,” ucapnya.

Salah seorang rekan korban, Burhanuddin mengatakan, sempat bertemu dengan korban sekira pukul 10.00 Wita di daerah Beringin 2, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah. Selanjutnya membicarakan terkait barang-barang yang akan diantar.

“Kan kami sama-sama ngojek. Kebetulan saya mau antar bibit udang di Juata Laut. Korban bilang minta bagi-bagi, kalau ada barang yang mau diantar. Biasalah kan sama-sama tukang ojek,” tuturnya.

Disaat itu pula ia bertemu dengan korban terakhir kali, sebelum mengantarkan bibit udang. Namun sekira pukul 16.00 Wita, ia mendapat informasi korban ditemukan meninggal dunia. Ia juga mengakui, korban tidak membicarakan keluhan penyakit yang dideritanya.

“Saya juga kaget pas dikasih tahu. Tambah lagi, sepeda motornya hilang, tapi ada 2 helmnya. Korban juga tidak ada cerita mau ambil penumpang dimana. Tiba-tiba saja ini dapat kabar begini,” ucapnya sedih. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru