TARAKAN – Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah Tahun 2024.
Edukasi diharapkan menjadi momentum, untuk mendorong seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) secara masif melaksanakan kegiatan edukasi CBP Rupiah. Kepala Departemen Pengolahan Uang (DPU) Bank Indonesia Marlison Hakim mengatakan, sebagai simbol kedaulatan, Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah di NKRI. Namun juga merupakan bahasa transaksi yang seragam dari Sabang sampai Merauke.
Ia menegaskan, CBP Rupiah merupakan gerakan edukasi untuk meningkatkan semangat kebanggaan dan kecintaan kepada Rupiah. Cinta Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat, untuk mengenal karakteristik dan desain Rupiah. Memperlakukan Rupiah secara tepat, menjaga dari kejahatan uang palsu.
“Bangga Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami Rupiah sebagai alat pembayaran yang SAH. Simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa,” tuturnya.
Menurut dia, paham Rupiah merupakan perwujudan kemampuan masyarakat memahami peran Rupiah. Dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi, dan fungsinya sebagai alat penyimpan nilai kemampuan. Di tempat yang sama, Wali Kota Tarakan Khairul menyambut baik inisiasi yang dilakukan Bank Indonesia melalui berbagai program yang terus memberikan dukungan bagi pemerintah.
Pasalnya, masyarakat dapat manfaat dan mendukung tercapainya visi terwujudnya Tarakan sebagai kota maju dan sejahtera melalui Smart City. “Program CBP Rupiah merupakan inisiatif yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat kita. Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, penting bagi kita untuk memahami nilai dan peran mata uang Rupiah sebagai salah satu aset terpenting bagi negara,” pesannya.
Sementara KPwBI Kaltara mengadakan diskusi dengan tema “Telusur Sejarah Perjuangan Bangsa, Jaga Kedaulatan Melalui Rupiah dan Kelestarian Budaya Indonesia”. Mengisahkan perjalanan perjuangan bangsa, memperlihatkan keragaman budaya dan kekayaan Indonesia. Seluruhnya tergambar pada Rupiah, simbol kedaulatan NKRI.
Dalam Talkshow tersebut dihadiri oleh Elva Waniza, influencer berdarah Dayak Kenyah yang bangga akan suku dan budayanya. Wanita yang mengenyam pendidikan hingga ke Jerman tersebut kerap membuat konten yang memperlihatkan adat istiadat Dayak dan kampung halamannya Kabupaten Malinau.
Ada pula Training of Trainers (ToT) Kebanksentralan, QRIS, dan Cinta Bangga Paham Rupiah kepada seluruh peserta. Hadir sekitar 400 orang yang berasal dari guru, siswa, mahasiswa, perbankan dan ritel. Diharapkan edukasi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya oleh Bank Indonesia. (kn-2)


