Wednesday, 22 April, 2026

Dua Hari 9 ABK Terapung di Laut

TARAKAN – Sembilan anak buah kapal (ABK) KLM Karya Sejati asal Palu ditemukan terapung oleh awak MV BW Paris, merupakan kapal berasal dari Singapura di perairan Selat Makassar, sekira pukul 23.30 Wita, Kamis (13/10) lalu.

Diketahui sembilan ABK tersebut sudah dua hari terapung di lautan sebelum diselamatkan. Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Fauzi melalui Wakil Komandan Lantamal XIII Tarakan Kolonel Marinir David Candra Viasco menegaskan, sembilan ABK KLM Karya Sejati yang mengalami kecelakaan laut dan dilaporkan sempat terombang-ambing di laut.

Kejadian kecelakaan kapal di perairan Selat Makassar atau sekitar 100 nautical mile (NM) dari Toli-Toli. “Kejadiannya berawal dari kebocoran pada kapal tersebut pukul 05.00 Wita, 11 Oktober. Kemudian 9 ABK menyelamatkan diri menggunakan life jacket. Sehingga masih bisa bertahan hidup di tengah laut,” ujarnya, Jumat (14/10).

Kemudian 9 ABK tersebut ditemukan dan diselamatkan MV BW Paris, kapal berasal dari Singapura dan berbendera Singapura, sekira pukul 23.30 Wita, Kamis (13/10). Setelah dilakukan koordinasi antara Singapura bersama Pusat Komando dan Pengendalian Koarmada II yang ada di Surabaya. Panglima Koarmada II memerintahkan KRI Badik yang sedang melaksanakan Operasi Balak Samudera. Di bawah Komando Operasi Gugus Tempur Laut II, untuk segera melaksanakan penyelamatan dan evakuasi 9 ABK tersebut yang berada di atas kapal MV BW Paris.

“Oleh KRI Badik langsung menindaklanjuti laporan. Lalu pukul 23.30 Wita dan saling berkoordinasi untuk kesepakatan lokasi pertemuan titik penjemputannya,” ujarnya.

Selanjutnya, 9 ABK tersebut dibawa KRI ke Lanal Tolitoli dalam kondisi selamat. Saat dipindah ke KRI informasinya, satu tidak sadarkan diri. Tapi sisanya masih bisa berkomunikasi. “Yang tidak sadarkan diri kemungkinan karena dehidrasi di laut,” imbuhnya.

KLM Karya Sejati semula berlayar dari kapal layar motor. KLM mengangkut barang dari Palu. Kita belum tahu tujuan selanjutnya, yang jelas KLM mengalami kebocoran, mengapung dan bertemu MV BW Paris dari Singapura,” ungkapnya.

Beruntung mereka langsung dilakukan evakuasi, sehingga korban semua selamat. Saat ini 9 ABK sudah tiba di Lanal Tolitoli sekira pukul 09.30 Wita. “Kami ada pertolongan pertama biasanya di Lanal Tolitoli pasti ditangani dulu, yang dehidrasi diimpus. Karena ini warga negara kita juga,” tegasnya.

Sebenanrnya, lanjutnya, Dermaga Lantamal XIII Tarakan siap menerima dan berbagai persiapan sudah dilaksanakan menyambut kedatangan KRI. Tapi setelah memperhitungkan waktu dan jarak tempuh lebih dekat ke Tolitoli.

“Lebih dekatnya ke sana (Tolitoli). Rumahnya mereka di sana, ada orang Makassar juga. Evakuasi pukul 23.00 Wita sampai pukul 24.00 dini hari. Kemudian sampai ke Tolitoli sekitar pukul 09.30 Wita,”” sebutnya.

David menegaskan, KRI Badik saat itu sedang melaksanakan Operasi di Perairan Ambalat. Diperintahkan geser, walaupun KRI sedang beroperasi dan melihat ada yang harus dilaksanakan search and rescue. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru