Wednesday, 22 April, 2026

Pemantauan Hama saat Musim Hujan dan Kemarau

TARAKAN – Dua tahun sekali di masa musim hujan dan kemarau, Badan Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan lakukan pemantauan hama. Dengan sasaran pemantauan merupakan produk hortikultura dan perkebunan diantaranya kakao, melon, mangga, lada dan lainnya.

Melalui pemantauan, untuk memastikan wilayah bebas dari hama berbahaya. Sekaligus sebagai tindakan pencegahan organisme pengganggu tumbuhan karantina, masuk ke dalam dan tersebar ke wilayah lain. Kepala BKP Tarakan Akhmad Alfaraby menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk hewan dengan mendatangi kabupaten kota di Kaltara.

Ada jenis tumbuhan maupun hewan tertentu yang harus dilakukan pemantauan hama. “Kegiatan ini setiap tahun dua kali, musim hujan dan kemarau,” ujarnya, Senin lalu (11/4).

Ada penggolongan untuk menentukan musim hujan dan kemarau. Sehingga kegiatan pemantauan hama bisa dilakukan maksimal. Bertujuan untuk mengetahui situasi penyakit yang mungkin ada di wilayah Kaltara. Misalnya, ada hama atau penyakit baru yang ternyata sudah masuk. BKP Tarakan juga bekerjasama instansi terkait, diantaranya Dinas Pertenakan dan Tanaman Pangan (Disnaktangan) di setiap kabupaten kota maupun Provinsi Kaltara.

“Kami tak bisa masuk, kalau tidak ada koordinasi. Ini sekaligus untuk memetakan penyakit, jadi bisa mengetahui penyakit apa di lokasi kita,” ungkapnya.

Hama penyakit yang ada, juga akan dicocokkan dengan temuan di tahun sebelumnya. Di Kaltara, tahun sebelumnya terdeteksi virus ASF. Yang mengakibatkan sejumlah babi mati mendadak di Kabupaten Bulungan dan Malinau.

Sejauh ini, kata dia, belum ada informasi terbaru virus ASF masuk ke Kaltara. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan deteksi dini dengan melakukan komunikasi terhadap para peternak. Untuk memastikan lokasi yang sudah pernah terpapar virus ASF, agar dibersihkan secara menyeluruh. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru