TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat untuk ekspor komoditas melalui pelabuhan di Provinsi Kalimantan Utara pada Desember 2023 mengalami penurunan 23,74 persen dibanding November 2023. Dari USD 267,79 juta menjadi USD 204,21 juta.
Seluruh komoditas ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Kalimantan Utara pada Desember 2023, hampir seluruhnya merupakan komoditas barang non migas. Namun, jika dibandingkan tahun 2022, dalam kurun waktu Januari-Desember, di tahun 2023 ekspor komoditas alami peningkatan.
Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifai mengungkapkan, nilai ekspor non migas periode Januari-Desember 2023 mencapai USD 2.861,77 juta atau naik 7,06 persen. Jika dibanding periode Januari-Desember pada tahun 2022. “Jika dilihat dari catatan Januari-Desember 2023, terdapat peningkatan 7,06 persen dengan ekspor senilai USD 2.861,77 juta,” jelasnya, belum lama ini.
Untuk penurunan ekspor pada Desember 2023 disebabkan menurunnya ekspor barang non-migas hasil tambang. Sementara hasil pertanian naik 5,79 persen dan hasil industri alami penurunan 4,32 persen. Untuk ekspor barang non migas mengalami penurunan pada Desember. Akan tetapi, Provinsi Kaltara berhasil mencatat peningkatan pada ekspor 36,23 persen, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Sektor hasil tambang menjadi penyumbang terbesar, dengan peningkatan ekspor mencapai 45,67 persen atau senilai USD 168,36 juta. Sementara hasil industri mengalami penurunan tipis 0,37 persen dan sektor hasil pertanian alami penurunan sebesar 10,94 persen.
“Dari total ekspor asli Provinsi Kaltara, sebagian diekspor melalui pelabuhan di luar provinsi, dengan nilai mencapai USD 3,73 juta. Pelabuhan di Jawa Timur merupakan pelabuhan terbesar yang mengekspor hasil dari Kaltara senilai USD 2,59 juta. Lalu, Sulawesi Selatan USD 1,14 juta dan DKI Jakarta USD 0,0002 juta,” jelasnya.
Untuk negara tujuan utama ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Kaltara pada Desember 2023 melalui Tiongkok USD 79,42 juta, Filipina USD 28,10 juta, Jepang USD 20,67 juta, Malaysia USD18,81 juta dan India USD 18,45 juta.
Kelima negara tersebut memiliki peranan besar, dalam ekspor Provinsi Kaltara pada Desember 2023 81,02 persen dari total ekspor.
“Peningkatan terjadi pada sebagian besar negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea dan Italia. Namun, untuk negara Filipina, Malaysia, India dan Thailand mengalami penurunan jumlah ekspor,” tuturnya. (kn-2)


