Wednesday, 22 April, 2026

Ensiklopedia Budaya Buatan FIB Unair dan Pemkot Masuk Nominasi Award

Kolaborasi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Surabaya dalam mengelola website berbuah manis. Website tersebut berhasil duduk di delapan besar dalam ajang penghargaan Times Higher Education (THE) Awards Asia 2022 kategori Excellence and Innovation in the Arts.

DIMAS NUR APRIYANTO, Surabaya

DI ERA disrupsi, semua dipaksa bersalaman dan membukakan pintu seluas-luasnya terhadap teknologi. Termasuk cara menikmati ensiklopedia kebudayaan yang ada di Surabaya.

Pada tahun lalu, dalam rangka pengabdian masyarakat, FIB membantu mengelola website yang dimiliki Dispusip Surabaya. Tampilan website dipoles sebaik-baiknya. Salah satunya, memasukkan teknologi 360 derajat.

Ketika ingin mengetahui lebih jauh terkait kebudayaan di Surabaya, pengunjung website tidak hanya bisa menikmatinya secara dua dimensi berupa foto. Dekan FIB Unair Prof Dr Purnawan Basundoro menuturkan, pengunjung akan dibawa seolah-olah masuk ke dalamnya.

“Misalnya, melihat kebudayaan sedekah bumi. Pengunjung dibawa ke kondisi riil di website,” tuturnya.

Wujud inovasi yang ditelurkan tidak berhenti di situ. Guru besar ilmu sejarah tersebut mengungkapkan, ensiklopedia juga bisa dinikmati dalam lima bahasa. Yakni, bahasa Indonesia, bahasa arek (bahasa Suroboyoan), Prancis, Jepang, dan Inggris. Penyusunan bahasa dilakukan sekitar satu bulan.

Ternyata, hasil pengabdian masyarakat itu membuahkan hasil. Setelah website rampung, beberapa waktu kemudian, FIB mengikutkan website tersebut ke ajang Times Higher Education (THE) Awards Asia 2022. Pendaftaran dilakukan ke committee pada 31 Januari lalu.

Tak lama setelah itu, ada kabar baik yang menyapa. Tepatnya pada 6 April lalu. Surat dari committee masuk ke bagian rektorat Unair. FIB dinyatakan lolos dan masuk delapan besar pada kategori inovasi dalam kebudayaan. FIB Unair menjadi satu-satunya perwakilan perguruan tinggi dari Indonesia. “Dari jumlah awal 500 perguruan tinggi. Ada dari Pakistan juga, macam-macam,” tutur Purnawan.

Untuk melengkapi dan membuat tampilan website lebih ciamik, tim dari FIB beserta dispusip dan dinas kebudayaan dan kepemudaan dan olahraga serta pariwisata (DKKOP) bersama komunitas yang concern terhadap kebudayaan menyusuri Kalimas. Susur kali itu dilakukan pada 17 Mei lalu.

Menurut dia, sejarah perkembangan Surabaya mengikuti aliran sungai Kalimas. Dia menilai, banyak bangunan bersejarah maupun nilai-nilai budaya di kawasan pinggir sungai yang bisa digali dan diaktualisasikan di era kini.

Eksplorasi warisan budaya di kawasan tepi Kalimas memiliki nilai penting tidak hanya untuk kebudayaan, tetapi juga pendidikan, pariwisata, bahkan lingkungan. “Saat susur kali, saya melihat beberapa plengsengan itu masih peninggalan era lama. Ada jejak budaya di sana,” imbuhnya.

Purnawan menyatakan bahwa FIB Unair akan all-out berkontribusi dalam program kolaboratif tersebut. Kompetensi civitas FIB memang salah satunya di sejarah dan warisan budaya perkotaan. “Dan kami sangat senang karena rekan-rekan dari pemkot juga sangat tanggap sehingga kerja sama berjalan baik,” ujarnya. (*/c6/git/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru