Wednesday, 22 April, 2026

Keluarga Korban Datangi Polisi, Minta Kejelasan

TARAKAN – Pihak keluarga almarhum Agusliansyah mendatangi Satuan Polairud Polres Tarakan, dugaan kasus pembunuhan.

Agusliansyah merupakan satu korban yang ditemukan meninggal dunia pada November lalu di perairan Tanjung Pasir. Sebelumnya Satpolair sempat menyimpulkan kasusnya kecelakaan laut. Namun berkembang lagi kasusnya diselidiki dugaan tindak pidana lain. Termasuk dua korban meninggal dunia lainnya, Arfan dan Rizki.

Kakak Almarhum Agusliansyah, Nunung meminta penjelasan dari pihak kepolisian, terkait informasi ada tersangka dalam kasus ini. “Kami senang ternyata ada tersangka, tapi belum puas. Menurut kami, BAP (Berita Acara Pemeriksaan) belum jelas,” ucapnya, Sabtu lalu (21/5).

Ia mengatakan, sebelumnya pihak keluarga sempat mengikhlaskan jika ternyata kematian Agusliansyah karena kecelakaan laut. Namun, setelah adanya informasi tersangka ditetapkan, sehingga pihak keluarga meminta kepastian.

Keterangan pihak kepolisian juga, tersangka hanya satu orang dan ada dua orang lagi di dalam speedboat saat terjadinya kecelakaan. Ia menilai ada kerancuan dari keterangan kepolisian. Mulai dari menyebutkan tersangka merupakan motoris. Bahkan, ada yang bilang tersangka merupakan orang yang menumpang dan anak buah kapal (ABK).

Sementara sebulan setelah ketiga korban ditemukan meninggal dunia, polisi langsung menyatakan kejadian kecelakaan laut dengan melibatkan satu speedboat lainnya. Namun, speedboat yang menabrak tidak ditemukan. Ditambah lagi speedboat hingga mesin hilang, tapi selang ditemukan.

“Jam 10 pagi kami sudah ke sini (Sat Polair Polres Tarakan), katanya di speedboat ada motoris, ABK dan penumpang. Kami mau tahu keberadaan speedboat jadi disuruh ke Sat Reskrim dan kembali lagi ke Sat Polair Polres. Dijelaskan speedboat (tersangka) ada motoris dan ABK. Tak sama dengan keterangan pagi. Ini jadi pertanyaan keluarga, ada apa. Ini ada yang janggal,” bebernya.

Saat kejadian, Agusliansyah disebutkan langsung meninggal dunia dan speedboat yang digunakan pelaku. Salah satu penumpangnya jatuh ke laut dan berhasil selamat, meski sempat pingsan. “Nah kenapa baru sekarang ada tersangka, setelah 6 bulan. Saksi yang selamat itu kenapa tidak melapor. Tahu-tahu ini didapat saja tersangkanya,” ungkapnya.

Pihak keluarga juga menyesalkan, jika benar kejadian seperti yang disampaikan penyidik. Tersangka maupun saksi yang menabrak tidak segera menolong korban. Kejanggalan lain, handphone korban Arfan aktif hingga pukul 01.00 Wita setelah mayatnya ditemukan.

Sementara korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Saat dikembalikan kepada pihak keluarga, bentuk handphone tidak wajar, ada bengkok seperti bekas hantaman.

Hasil visum juga lukanya bukan kasus kecelakaan laut apalagi kelalaian saat mengendarai speedboat. Pihak keluarga menilia, ketiga korban lukanya tidak wajar. Luka sayatan benda tajam.

“Jika kena pecahan speedboat, tidak wajar. Pejabat Polair Polres yang lama katanya luka karena baling mesin. Masa sih kipas mesin cari tiga korban. Kan ini lukanya sama sepertinya karena luka disengaja, benda tumpul dan benda tajam,” bebernya.

Pihak keluarga menduga kasus ini berkaitan dengan keterlibatan oknum aparat. Jika hasil penyelidikan tidak sesuai dengan harapan keluarga. Maka, pihaknya juga akan berunding untuk mengambil langkah hukum lain.

“Kalau memang ada keterlibatan aparat, harus diusut tuntas. Jangan disembunyikan. Kami sudah menahan diri untuk tetap kekeluargaan dan kooperatif. Tolong kami juga dibantu,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia mengaku sudah memberitahukan kepada keluarga korban berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Namun pihaknya belum menemukan adanya unsur kesengajaan, korban mendapat penganiayaan.

“Sebelumnya Kapolda yang mau rilis. Makanya kami menunggu arahan dan memastikan lagi,” jelasnya, Minggu (22/5).

Pihaknya mengakui, sudah mengamankan satu tersangka yang merupakan motoris. Didugaa tersangka berbuat lalai dengan menyebabkan 3 orang meninggal dunia. “Itu sudah dijelaskan sama keluarga korban,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru