TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan tidak ada perubahan data korban kebakaran di wilayah Beringin IV RT 01, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah.
Dengan rincian, korban yang terdampak kebakaran 156 Kepala Keluarga (KK). Terdiri dari 418 jiwa dan 64 unit bangunan yang terbakar.
“Kemudian 156 jiwa yang menempati tenda, terdiri dari 6 bayi, 15 balita, 10 lansia, dan 36 anak-anak. Untuk yang tinggal tidak di posko jatah konsumsi ada tetap dilayani. Mereka yang ambil seperti biasa,” terang Kepala Pelaksana BPBD Tarakan Yonsep, Senin (7/8).
Saat ini posko membutuhkan uang tunai, popok bayi dan susu anak. Dari semua korban kebakaran, hanya 45 KK yang mengungsi di halaman Masjid Al-Maarif. Korban lainnya menginap bersama keluarganya.
Ia menegaskan, karena ada hujan deras dan berdampak banjir di tempat pengungsian, korban sementara dipindahkan ke Kantor Kelurahan Selumit Pantai. Alasannya karena kantor kelurahan, memiliki fasilitas air yang memadai. Warga diharap bisa menyumbangkan sejumlah uang kepada korban kebakaran. Sebab, nantinya uang bisa digunakan untuk memenuhi membangun rumah.
“Cukup juga toilet dan penerangannya. Kami hanya melengkapi kipas angin. Kami tidak dirikan tenda. Korban berada di dalam ruangan rapat. Sejauh ini bantuan yang berdatangan, ada beras, mie instan, susu dan telur,” ucapnya.
Salah seorang korban kebakaran, Ira mengaku sangat membutuhkan sarung, tempat tidur bayi atau kasur, selimut, ayunan, popok bayi, dot bayi dan susu anak.
“Ada juga sudah kami dapat susu satu kotak dan popok bayi setiap hari. Kalau sehari ini cukup saja. Kami sebenarnya butuh bedak bayi dan tisu basah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat kebakaran tak sempat lagi menyelamatkan barang-barangnya. Hanya teringat anak bayinya dan dua anaknya yang lain. Namun ia hanya membawa surat berharga dan baju yang melekat di badan.
Anaknya yang pertama membutuhkan baju sekolah. Karena tak sempat menyelamatkan barang-barang sekolah. Namun saat ini, suaminya kembali ke tambak untuk berjaga. Hanya saat kebakaran sempat keluar dan kini kembali ke tambak. Sehingga ia yang mandiri mengurusi tiga anaknya.
“Sempat datang selamatkan anaknya, tapi masuk ke tambak lagi. Kami hanya menyewa tambak orang, mengandalkan dari sana saja sewa tambak,” ucapnya.
Saat kejadian karena panik, ia tidak sempat mengambil obat sang anak karena kondisi sakit. Rencananya besok dibawa berobat.
“Anak saya kayaknya berak-berak, jadi butuh popok banyak. Kalau tidak sakit mungkin tidak banyak. Seharusnya sehari enam, ini empat saja. Saya baru hari ini daftar di kelurahan, tadi malam menginap di rumah tetangga,” keluhnya. (kn-2)


