Thursday, 23 April, 2026

Hidup di Tengah Lautan Tak Boleh Menang Sendiri

Berkumpul di ruang makan kapal pinisi merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu peserta Jelajah Nusa Wisata Bahari Jatim. Sebab, berkunjung dari pulau ke pulau selama empat hari bukanlah hal mudah. Kebersamaan dalam pelayaran perdana di jalur baru pulau-pulau di Jatim itu harus dihidupkan.

 SEPTIAN NUR HADI, SURABAYA

 SEHABIS beraktivitas di pulau, sebelum kembali ke kamar, para peserta selalu menyempatkan diri berkumpul di meja makan. Beragam aktivitas dilakukan. Misalnya, membereskan perlengkapan renang, rehat sejenak sambil menyeruput kopi atau teh hangat, atau saling mengungkapkan perasaan setelah melihat keindahan pulau-pulau terluar di Jatim.

Pulau-pulau di wilayah perairan Madura dan Banyuwangi itu memang begitu indah. Saya akan membahas betapa menakjubkannya pulau-pulau tersebut dalam edisi tersendiri.

Setidaknya, hidangan makanan yang disajikan chef kapal pinisi Flores Utama Indah (FUI) Muhammad Budiharto membuat saya dan para peserta semakin betah. Betapa tidak, snorkeling cukup menguras tenaga dan membuat perut menjadi keroncongan. Selama tiga hari mengapung di laut, tanpa dikomando, seluruh peserta bergegas merapat ke meja makan.

Wajah-wajah kelaparan terlihat jelas. Sebuah piring, sendok, dan garpu tergenggam erat di tangan mereka. Sorotan mata pun mulai membidik menu makanan yang disajikan.

Namun, sebelum semua peserta berkumpul, makan bersama tidak akan dimulai. Meski, semua hidangan telah tersaji di atas meja. Aturan itu sebenarnya tidak ada. Kapan pun mereka diperbolehkan makan, tanpa harus menunggu lengkap. Tapi, sepertinya kebiasaan tersebut sudah menjadi komitmen bersama. Hidup di tengah lautan tidak boleh mau menang sendiri.

Setelah semuanya berkumpul, doa selalu dipimpin seorang yang dituakan. Entah dari perwakilan peserta atau operator kapal. Akibat keterbatasan area makan, kami saling bantu dalam mengambil makan.

Di sela-sela mulut menyantap makanan, para peserta saling bercengkerama. Pembahasan biasanya seputar aktivitas di pulau. Entah itu terkait perasaan maupun pengalaman yang didapat atau peristiwa yang terjadi di lokasi. Misalnya yang dialami Arif, salah seorang peserta dari Dinas Pariwisata Jatim. Dia merasa kagum akan keindahan bawah laut Pulau Sitabok, Sapeken, Sumenep. Terumbu karang serta puluhan ikan kecil berwarna-warni membuat matanya tidak berkedip.

Terpukau dengan kehidupan di bawah laut membuat Arif terus mengeksplorasi pantai dan terumbu karang. Dia tidak sadar ketika angin dan arus laut cukup deras. Perlahan Arif pun hanyut. Ketika mengambil napas, dia melihat perahu nelayan yang ditumpangi telah jauh. Arif mencoba untuk mengejar, tapi tak bisa.

Arus deras menguras banyak tenaganya. Meski life jacket melekat di tubuhnya, Arif tetap panik. Beberapa kali dia melambaikan tangan ke atas. Bermaksud untuk meminta pertolongan. Namun, kami yang melihat tak langsung paham maksud lambaian tangan itu. Kami justru memotret Arif. Sebab, kami mengira Arif minta difoto ketika lagi snorkeling.

“Jadi, yang tadi tuh minta tolong ya, Mas. Kirain, sampean minta difoto. Jadi, kami biasa aja,” celetuk Andik, lantas tertawa terbahak-bahak.

Rasa kebersamaan ekspedisi Jelajah Nusa Jatim itu akhirnya terbentuk dengan sendirinya. Suasana di kapal pun terasa lebih hangat. Meski sebagian besar peserta baru kali pertama bertemu, mereka merasa sangat dekat. Salah satunya yang dirasakan Dian Ghea Novianti, duta wisata Jatim.

Bagi Ghea, menjelajah destinasi wisata di kepulauan sudah berkali-kali dilakukan, tapi perjalanan full menggunakan kapal pinisi baru kali pertama dirasakannya. Cemas, senang, dan penasaran bercampur aduk menjadi satu. Ditambah lagi, pelayaran di laut lepas membuat jaringan sinyal pada ponselnya hilang begitu saja.

Mengoperasikan handphone yang sudah menjadi kebiasaan kita selama ini serasa tidak ada artinya. Namun, Ghea tak merasa bosan. Sebab, hilangnya sinyal dimanfaatkan para peserta untuk berkumpul. (*/c7/git/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru