TARAKAN – Warga kembali dihebohkan dugaan penyiraman minyak tanah di salah satu rumah di Jalan Yos Sudarso RT 19, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah, sekitar pukul 21.30 Wita, Kamis (7/9).
Salah seorang saksi mata, Dewi (24) mengaku, saat itu berada di kamar mandi yang agak terbuka. Namun saat itu, ia mendengar ada seseorang yang menyiram kamar mandinya dengan minyak tanah. Bahkan ia menyadari, kakinya terkena siraman minyak tanah. Merasa ada yang aneh, ia mengintip di lobang seng kamar mandi rumahnya.
“Pas aku ngintip di lobang seng, pas juga mata pelaku muncul. Namanya aku kaget, mata ketemu mata. Pas aku mau lari, tersandung. Sampai di depan rumah, aku teriak minta tolong. Sampai aku enggak sadar ada anakku di dalam rumah,” ucapnya.
Setelah itu, badan Dewi terasa lemas akibat kaget atas kejadian tersebut. Bahkan ia sempat pingsan sekitar satu jam. Sementara itu, Ketua RT 19 Johansyah mengakui, pelaku sempat dikejar warga hingga ke kolong jembatan. Namun terduga pelaku langsung hilang. Padahal ratusan warga sudah mengepung dan menutup jalur pelarian pelaku.
“Kami dengar teriakan langsung mengejar. Tapi sampai di kolong itu hilang. Kami curiga pakai ilmu hitam. Kalau pelaku dapat, saya enggak jamin keselamatannya. Karena massa geram sudah nih. Apalagi pernah terjadi kebakaran di sini,” singkatnya.
Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengatakan, sudah mendatangi TKP saat kejadian dugaan penyiraman minyak tanah. Sebab saat itu pihaknya berjaga dengan warga Kelurahan Selumit Pantai. Ia juga mendapat informasi dari media social, yang menyebut adanya dugaan salah satu ruamh akan dibakar.
Namun, ia meminta kepada masyarakat agar tenang dan turut memastikan. Ia tak mau jika informasi teror dugaan pembakaran pemukiman pesisir itu membuat warga Tarakan khawatir.
“Everything is fine. Semalam kita sampai jam 2 di lokasi. Saya berterima kasih juga, karena rondanya sudah jalan lagi di sana. Jadi jangan sampai masyarakat dibuat khawatir. Padahal kejadiannya tak ada. Tim Patroli juga jalan terus ini. Masyarakat meronda. Karena saya di lokasi,” tegasnya.
Meski begitu, pihaknya tetap menginstruksikan personel Polres Tarakan untuk terus melakukan penyelidikan. Namun ia menyayangkan, jika media sosial heboh soal teror tersebut hingga ke masyarakat.
“Masyarakat harus tetap waspada. Jangan percaya informasi yang belum terkonfirmasi. Imbauan saya dari awal sama, tetap tingkatkan kewaspadaan, kalau ada kejadian silakan hubungi petugas,” pesannya.
Perwira melati dua itu mengungkapkan, jika terdapat penyebaran hoaks atau informasi tidak benar. Maka pihaknya tak segan-segan akan menerapkan Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Ia menegaskan, keamanan tercipta karena rasa aman dari masyarakat itu sendiri.
“Jadi masyarakatnya harus merasa aman. Saya ingatkan kepada pihak-pihak terkait, jangan sampai menyebarkan informasi yang membuat masyarakat khawatir,” harapnya. (kn-2)


