Wednesday, 13 May, 2026

Inflasi Kaltara 0,47 Persen di Awal Tahun

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami inflasi 0,47 persen. Data tersebut diambil dari dua daerah, yakni Tarakan dan Tanjung Selor.

Terjadi perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) 107,48 pada Desember 2021. Menjadi 107,98 pada Januari 2022. Inflasi tahun kalender sebesar 0,47 persen dan inflasi tahun ke tahun 3,82 persen.

Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina Wahyufitri, inflasi yang terjadi dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada kelompok kesehatan seebsar 1,31 persen. Kelompok transportasi (1,05 persen), kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,94 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,89 persen). Lalu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,53 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,19 persen).

Kemudian, untuk kelompok rekreasi, olahraga dan budaya (0,15 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,02 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,01 persen) dan kelompok pendidikan (0,00 persen).

“Untuk kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,08 persen,” terangnya, kemarin (2/2).

Pada Januari 2022, kelompok pengeluaran memiliki andil yang dominan terhadap inflasi di Kaltara. Mencakup, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,16 persen), kelompok transportasi (0,13 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,06 persen). Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,05 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,04 persen).

Berikutnya, kelompok kesehatan (0,04 persen), kelompok rekreasi, olahraga dan budaya (0,00 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,00 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,00 persen) dan kelompok pendidikan (0,00 persen).

“Kalau untuk kelompok pengeluaran memiliki andil yang dominan terhadap deflasi, yakni kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dengan -0,01 persen,” sebutnya.

Jika kelompok makanan, minuman dan tembakau diperinci, maka terjadi inflasi pada kelompok bahan makanan di Kaltara sebesar 0,01 persen. Inflasi tahun kalender 0,01 persen dan inflasi tahunan 4,98 persen. Deflasi kelompok bahan makanan di Kota Tanjung Selor -0,60 persen, deflasi tahun kalender -0,60 persen dan inflasi tahunan 5,22 persen.

Sedangkan kelompok bahan makanan di Kota Tarakan mengalami inflasi 0,16 persen. Inflasi tahun kalender 0,16 persen dan inflasi tahun ke tahun 4,92 persen. “Terdapat lima jenis barang dan jasa penyumbang tertinggi inflasi Kaltara pada Januari,” imbuhnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru