Tuesday, 21 April, 2026

Infrastruktur Jalan Belum Optimal, TMMD Sasar Desa Mansalong

NUNUKAN – Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) merupakan keterpaduan antara TNI bersama pemerintah daerah, sebagai upaya percepatan terobosan pembangunan di pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Nunukan, TMMD wilayah perbatasan merupakan yang ke 114 tahun ini, akan dilaksanakan Kodim 0911/Nunukan, dimulai 26 Juli-24 Agustus mendatang. Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid resmi membuka TMMD itu, yang dihadiri Forkopimda beserta Dansatgas TMMD 114 Kodim 0911/Nunukan Letkol Inf Albert Frantesca Hutagalung.

TMMD kali ini mengusung tema “TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI”. Lokasi yang disasar di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan. Dikatakan Bupati Nunukan, melalui TMMD memberikan peran dan sumbangsih dalam mengatasi berbagai permasalahan. Yang dialami masyarakat, seperti masalah kurangnya infrastruktur, pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Kegiatan TMMD untuk membangun semangat kebersamaan dan jiwa kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Sebagai salah satu pilar utama, untuk menjamin tetap tegaknya NKRI yang kita cintai,” ujar Asmin, kemarin (25/7).

Namun, lanjut Bupati Nunukan, bukan semata hanya melakukan pembangunan fisik berupa jalan, jembatan, maupun sarana infrastruktur yang lain. TMMD juga melakukan merupakan salah satu sarana yang strategis, membangun serta menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri masyarakat untuk mengelola potensi yang ada.

“Dengan meningkatkannya kesejahteraan masyarakat. Saya percaya akan tercipta tatanan kehidupan masyarakat yang tangguh, menghadapi setiap tantangan yang akan terjadi,” ungkap Bupati.

Di tengah pandemi Covid–19 yang memberikan tekanan cukup berat kepada masyarakat ataupun pemerintah. TMMD tetap bisa terlaksana di Kabupaten Nunukan.

Desa Mansalong yang menjadi sasaran TMMD, memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1.000 jiwa. Hingga saat ini masih memiliki keterbatasan infrastruktur, terutama akses jalan yang layak. Meski letaknya di pedalaman, namun Desa Mansalong memiliki potensi lahan dan pertanian yang cukup menjanjikan.

Dikatakan Dansatgas TMMD Wiltas 114 Kodim 0911/Nunukan Letkol Inf Albert Frantesca Hutagalung, hanya karena keterbatasan infrastruktur jalan lahan-lahan banyak yang belum optimal pengolahannya. Terutama para petani kebingungan untuk menjual hasil kebunnya ke pusat perdagangan, akibat minimnya akses jalan.

“Adapun pembangunan sasaran fisik yang dilakukan, diantaranya pembukaan badan jalan 1.800 meter x 6 meter. Pembangunan 3 unit plat duiker ukuran 2×6 meter, 2 unit gorong-gorong,” sebut Albert.

Selain itu, Albert mengakui, juga dilakukan pembangunan sasaran tambahan. Diantaranya rehabilitasi rumah ibadah (masjid dan gereja) serta pembangunan 1 buah MCK (Mandi, Cucui dan Kakus).

“Termasuk melakukan berbagai macam penyuluhan, mencakup wawasan Nusantara, bela negara, pelayanan kesehatan (tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS ), penyuluhan hukum dan kambtibmas, pertanian, sosialisasi Covid-19 serta penyuluhan perekrutan anggota TNI,” bebernya.

Dengan pembiayaan TMMD kurang lebih sebesar Rp 1,5 milyar, kegiatan ini diharapkan hasilnya mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Sekaligus bisa meningkatkan taraf hidup bagi Desa Mansalong. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru