Saturday, 16 May, 2026

Ini Daerah di Kaltara yang Kembali Masuk PPKM Level 2

TARAKAN – Dinilai dari kasus-kasus harian Covid-19 yang mengalami peningkatan, tiga daerah di Kaltara ditetapkan naik menjadi PPKM Level 2. Sebelumnya, per 1 Februari hanya Bulungan yang ditetapkan PPKM Level 2. Namun seiring adanya peningkatan kasus, maka Tarakan dan Nunukan menyusul naik level situasi harian sejak kemarin (8/2).

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy mengatakan, selain kasus harian, terkait tracing juga menjadi dasar naiknya tiga daerah di Kaltara ini menjadi level 2. “Nilai tracing kita masih kurang memadai. Mestinya, dihitung kalau ada temuan satu kasus, tingkat tracingnya di atas 14 orang,” sebutnya, kemarin (8/2).

Jika ternyata tracing yang dilakukan kurang dari 14 orang kontak erat. Maka Satgas dianggap belum maksimal melakukan tracing. Sementara, untuk Tarakan per kasusnya baru bisa melakukan tracing sebanyak 7 orang kontak erat.

“Nilai tracing itu yang membuat nilainya menjadi level 2. Ada juga pasien Covid-19 yang dirawat di Tarakan satu orang, sementara di daerah lain di Kaltara tidak ada. Nah ini juga meningkatkan level. Tapi ini meningkatkan kasus. Itu level situasi harian, kalau level PPKM yang ditetapkan Mendagri, Tarakan masih level 1,” ungkapnya.

Mesti masih berupa situasi harian, namun kenaikan level ini akan diolah lagi oleh Kemendagri untuk menjadi bahan diterbitkan Instruksi Kemendagri (Inmendagri). Dengan merujuk pada data kenaikan jumlah kasus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hanya saja, untuk Satgas Covid-19 mempertimbangkan kenaikan jumlah kasus. Namun, jumlah kasus ini datanya bisa berubah dan tergantung dari jumlah data yang ada menjelang 14 Februari mendatang.

“Pada 14 Februari itu kan dari Mendagri akan melihat kembali, data selama perjalanan dua minggu itu. Kalau ternyata data terakhirnya level situasi harian naik. Maka di SK Kemendagri keluarnya sesuai level situasi harian itu. Kalau sudah di level 2 berarti status PPKM juga level 2,” bebernya.

Ditambahkan, pada 1 Februari lalu terbitnya Inmendagri untuk Tarakan masih level 1. Sedangkan Bulungan sudah diterbitkan status PPKM Level 1 hingga 14 Februari.

Wali Kota Tarakan Khairul mengakui Tarakan naik ke PPKM Level 2 di awal Februari ini. Namun, ia berharap tidak terjadi lonjakan kasus seperti sebelumnya. Terlebih lagi, dari 9 kasus yang ada, 4 diantaranya orang tanpa gejala (OTG).

“Data sampai Minggu (6/2), dirawat dua orang. Tapi, dari 9 kasus aktif yang 4 orang OTG,” terang Khairul, Senin lalu (7/2).

Sebelum ada peningkatan kasus seperti Omicron, setiap dua minggu sekali melakukan surveillance. Bahkan tenaga medis diklaim masih terpenuhi. Pihaknya juga memastikan sudah melakukan sejumlah persiapan mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus.

Bahkan, persiapan alat kesehatan maupun tempat tidur dan hal lainnya. “Kami juga melakukan pemeriksaan swab untuk anak-anak sekolah. Kita rutin dua minggu sekali. Kalau misalnya terjadi kenaikan, tentu upaya isolasi dan lainnya akan kita lakukan. Pengalaman 2 tahun lalu banyak memberi kita pelajaran berharga dan mudahan tidak terulang,” harapnya.

Ia mengharapkan kepada masyarakat, dengan naiknya status level 2 ini, peningkatan disiplin protokol kesehatan (prokes) tetap diterapkan. Terutama untuk lanjut usia yang memiliki penyakit komorbit dengan risiko tinggi penularan. Mengurangi kontak dengan orang banyak.

Mulai 1 Februari lalu, sejumlah sekolah ada yang sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Sehingga, pengawasan juga diperketat selain disiplin prokes. Sejauh ini, selama pengawasan dengan melakukan swab secara berkala, belum ditemukan adanya kasus Covid-19 di kalangan pelajar.

Namun, beberapa sekolah masih belum melaksanakan PTM. Karena menunggu adanya surat edaran resmi Wali Kota. Mesti dalam rapat pertemuan dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, sudah disampaikan semua sekolah bisa melakukan PTM 100 persen.

Karena itu juga sudah sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. “Kan belum di evaluasi juga sampai sekarang, masih tetap. Bisa diterapkan 100 persen PTM di Tarakan,” imbuhnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru