Wednesday, 29 April, 2026

Kafe Tuli Diinisiasi oleh Penyandang Tuna Rungu

NUNUKAN – Salah seorang penyandang tuna rungu di Kabupaten Nunukan, Winda Novitasari menginisiasi berdirinya deaf café atau kafe tuli.

Kafe tersebut menjadi sebuah tempat untuk menepis perbedaan dan mengkampanyekan kesetaraan. Wanita berusia 26 tahun itu, dengan semangatnya menggambar tembok kafe dengan lukisan tangan Bisindo (bahasa isyarat Indonesia). Membuat karya tangan sendiri sebagai ornament dalam kafe yang ia dirikan.

“Deaf café bukan sekedar kafe untuk disabilitas. Di sini kaum disabilitas berbagi dan sama-sama berjuang untuk kesetaraan. Kami ingin membantah stigma masyarakat, yang menganggap disabilitas penyakit dan tidak berdaya,” ucap Winda, Selasa lalu (8/2).

Winda memiliki semangat untuk mengajak teman-temannya berdikari. Agar mampu mandiri dan berdaya untuk menunjukkan talenta. Dengan adanya kafe ini, membuat mereka memiliki semangat kebersamaan dan meningkatkan rasa percaya diri.

Bahkan, sudah mendirikan Winda Fashion tahun 2015 dan mampu meraup rupiah dari jahitan dan desain busananya. Dari modal tersebut, Winda bahkan menjadi disabilitas mandiri yang mampu berkontribusi bagi sesamanya.

Saat pandemi Covid-19 tengah merebak pada 2020. Winda menjahit masker batik dan membagikannya secara gratis. Kepedulian tersebut, kata Winda, merupakan salah satu bukti bahwa kaum disabilitas memiliki hak yang sama. Baik dalam hal pendidikan, pekerjaan dan sosial.

“Kami juga ingin menunjukkan bahwa mampu melakukan yang dilakukan orang normal. Beri kesempatan dan kita akan buktikan,” ungkapnya.

Semangat dan paham kesetaraan yang diusung Winda ini, kemudian menginisiasi PT PLN Rayon Nunukan mengalokasikan program Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum disabilitas di perbatasan RI–Malaysia ini.

Manager PLN Rayon Nunukan Choiril Anwar mengatakan, CSR tahun lalu diberikan bagi dua pembangunan masjid di Nunukan dan Pulau Sebatik. Termasuk untuk sarana pendukung disabilitas, agar lebih berdaya dan menjadi mandiri.

“Kami berikan untuk disabilitas dengan harapan mereka akan berkembang dan meraih mimpi. Mendapat kesetaraan di tengah masyarakat,” katanya.

PT PLN Nunukan juga memiliki program rumah UMKM. Dengan memberikan bimbingan dan edukasi, mengembangkan usaha kecil. Terkait mekanisme promosi, sampai pengemasan. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru