TARAKAN – Pimpinan pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkot Tarakan dilakukan mutasi, untuk mengganti sejumlah pejabat yang pensiun.
Ada 8 jabatan yang kosong sudah terisi, saat pelantikan yang dilakukan Jumat (25/2). Namun, masih tersisa tiga jabatan yang kosong untuk kepala dinas. Yakni, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan.
Delapan jabatan baru ini, Hendra Arfandi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) mendapat jabatan baru sebagai Sekretaris DPRD Tarakan. Sementara Kepala Diskominfo dijabat Witoyo yang sebelumnya sebagai Kepala Dinkes.
Kemudian, Agus Sutanto menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Budiono menjabat Kepala Dinas Pendidikan. Selanjutnya, Staf Ahli Bidang Aparatur, Pelayanan Publik dan Administrasi Umum dijabat Syahrintan. Jabatan Kepala Dinas Perhubungan diisi Ahmady Burhan dan pejabat lamanya Muhammad Haidir bergeser menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
Wali Kota Tarakan Khairul menjelaskan, pengisian jabatan yang kosong ini seperti penyesuaian posisi dan menyegarkan pimpinan pejabat tinggi pratama. Mutasi jabatan yang lowong ini, dilakukan panitia seleksi (Pansel). Hasil pansel ini, berarti ada pejabat baru.
“Hari ini (kemarin, Red) kami umumkan lelang tiga jabatan, Kepala Dinkes, Kepala Bappeda dan Kepala BPBD. Setelah pelantikan, pansel harus bekerja,” ujarnya, usai melantik delapan pejabat baru, Jumat (25/2).
Pengisian jabatan yang kosong ini, merupakan hasil kinerja yang dinilai selama setahun. Termasuk hasil masukan dari Pansel dan melihat peminatan. Saat para pejabat ini diwawancara dalam job fit belum lama ini.
Dari penilaian dan wawancara ini, selanjutnya dipadukan penilaian atasan dengan melihat potensi. Sebagai wali kota, ia yang nantinya akan menggunakan para kepala dinas ini, untuk membantu kepala daerah mencapai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Sehingga ini merupakan gabungan dari hasil peminatan, pemantauan penilaian pansel dan kepala daerah sebagai user.
Kepala daerah juga memerlukan para kepala dinas ini. Menurutnya menjadi salah satu alasan, harus selektif memilih. Sekaligus memberikan penilaian yang baik selama masa menjabat sebelumnya.
“Perekrutan pejabat baru nantinya juga terbuka untuk semua. Ada di persyaratan, kriteria satu provinsi biasanya. Paling tidak pangkat dan penjenjangan PIM dan lainnya. Selain itu akan dilihat kompetensinya, pendidikan dan lainnya,” ungkap Khairul.
Sementara itu, Ahmady Burhan yang sebelumnya menjabat Kepala BPBD Tarakan juga dimutasi menjadi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan. Sebagai Kadishub, ia mengatakan akan melakukan konsolidasi di tempat tugasnya.
“Prinsipnya kami siap melaksanakan arahan yang diberikan kepala daerah. Termasuk melaksanakan amanahnya. Program ke depan, kami akan konsolidasi diinternal. Setelah itu, baru kami bisa menyampaikan target dan program di jabatan baru,” singkatnya. (kn-2)


