TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara bersama Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan membawa uang Rp 4.210.000.000. Tujuannya kali ini untuk melakukan perederan kas keliling.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara Tedy Arief Budiman mengatakan, ekspedisi rupiah berdaulat menyasar ke daerah kepulauan terdepan, terluar dan terpencil. Sasaran kas keliling yakni ke Pulau Bunyu, Bulungan, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Desa Talisayan, Pulau Maratua dan Pulau Derawan, Kabupaten Berau.
Rutenya dimulai dari dermaga Mako Lantamal XIII Tarakan sejak kemarin (7/2) hingga 12 Februari nanti, menggunakan KRI Tombak 629.
“Ekspedisi ini sebagai bentuk implementasi program kerja sama Mabes TNI AL dan BI di kantor pusat. Pada tahun ini, sudah kedua kalinya. Setelah sebelumnya dilakukan di Batam. Kaltara menjadi salah satu yang ditunjuk melakukan pengedaran kas keliling, dalam rupiah berdaulat,” jelasnya.
Selain kru dari KRI Tombak 629, pihaknya juga melibatkan 13 pegawai BI, termasuk petugas kasir. Wilayah yang menjadi sasaran ekspedisi ini, nantinya juga akan bersinggungan dengan daerah di Kaltim, tepatnya wilayah Berau. Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat akan terpenuhi kebutuhan uang yang beredar. Tidak hanya dari jumlah, melainkan pecahan dan kualitasnya.
“Total uang yang disiapkan dalam ekspedisi ini Rp 4.210.000.000. Insya Allah habis. Kami bekerjasama dengan perbankan di pulau tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Asisten Operasi Kasal Laksamana Pertama TNI Wasis Priyono menambahkan, dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 di pasal 9, Angkatan Laut melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan. Termasuk membina wilayah atau hulu terpencil di seluruh Indonesia.
“Ini sangat linear dengan BI. Menyebarkan uang rupiah sampai ke wilayah 3T. Kami juga memelihara hulu untuk menjadi kekuatan pertahanan matra laut. Jadi objek yang sama. Akhirnya kita bekerjasama dan saling menguntungkan dengan BI,” ujarnya.
Kerja sama antar BI dan TNI AL sudah berlangsung lama sejak tahun 2011 silam. Ia menilai melalui program ini, dari sisi keamanan sekaligus bisa melakukan tugas pengamanan pulau tersebut. Misalnya dari negara yang melanggar kedaulatan wilayah NKRI.
Sedangkan dari sisi pengamanan, menurutnya penyebaran uang rupiah melalui kerja sama dengan BI. Berarti mengedepankan faktor keamanan. Mesti belum memiliki pengalaman, namun pihaknya semua kegiatan hingga selesai berjalan aman.
“Sudah saya tekankan, faktor pengamanan sangat penting. Jangan dikira kita bekerja tidak ada ancaman keamanan. Makanya kita harus persiapkan secara dini, apalagi uang Rp 4 miliar lebih ini tidak sedikit,” tutupnya. (kn-2)


