TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani meminta petani dan peternak kambing, untuk mengubah pola budidaya ternak. Pasalnya, pola secara konvensional yang dilakukan membuat hasil ternak kurang berkembang.
Pola pengembangan ke depannya dengan cara modern. Seperti yang telah dilakukan Bulungan Mandiri Farm (BMF). Baru-baru ini dalam pengembangan budidaya ternak, BMF berkolaborasi dengan fakultas peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta.
Dengan harapan kerjasama nantinya bisa terus ditingkatkan. Sehingga bisa dijadikan sebagai pusat riset dalam pengelolaan kambing boer. BMF, menurut Syarwani, telah memiliki mitra di tingkat masyarakat. Dengan jumlahnya belasan, yang tersebar di tingkat desa maupun kecamatan di Bulungan.
“Dalam pengembangan kambing boer, perlu diberikan pemahaman dan edukasi. Sehingga, dalam pengelolaan pengembangbiakan, dapat benar-benar sesuai kaidah atau norma ketentuan akademis,” tutur Syarwani, Rabu (6/4).
Perkembangan yang dilakukan BMF saat ini bisa belum maksimal. Tetapi jajarannya terus berupaya, salah satunya dengan pola kemitraan.
“Animo masyarakat untuk budidaya peternakan kambing sangat tinggi. Pemerintah mengapresiasi, hanya saja dalam hal pengembangan ternak perlu dilakukan edukasi,” jelas Syarwani.
Dalam pola kemitraan, ada syarat yang ditetapkan BMF. Salah satunya harus memiliki pakan sendiri dan kandang ternak yang memadai. Agar jangan sampai kambing yang ditarik dari BMF dibiarkan berkeliaran bebas tanpa kontrol. (kn-2)


