Thursday, 23 April, 2026

Jala di Sungai, Nelayan KTT Diduga Diterkam Buaya

NUNUKAN – Seorang nelayan yang menjala udang di Sungai Semaja, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, dilaporkan hilang. Diduga diserang buaya ganas yang mendiami sungai tersebut, pada Selasa (19/7) sore lalu.

Korban yang diketahui bernama Samsul Bahari, merupakan warga Sesayap Hilir, Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung (KTT). Menjala udang, korban tidak sendirian. Tetapi bersama dua rekan lainnya, yang sama-sama dari KTT. Yakni Suwil alias Sapri dan Amuk.

“Laporan korban hilang kami terima pada pukul 18.00 Wita. Mendapat laporan itu, dilakukan upaya pencarian,” ujar Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Mulyadi, Rabu (20/7).

Menurut Mulyadi, lokasi kejadian masih satu aliran sungai dengan kejadian warga Desa Tabur Lestari, Kecamatan Seimanggaris, yang ditemukan Tim SAR dalam perut buaya, pada Senin (18/7) lalu.

Dikonfirmasi terpisah, Sapri yang merupakan teman korban menuturkan, bersama kedua rekannya berangkat dari KTT, sejak Rabu (13/7) pekan lalu. Ketiganya memang sering menjala udang di Sungai Semaja tersebut. Masing-masing membawa perahu dan selalu menjaga jarak sekitar 100 meter. Agar mereka mudah berkomunikasi dan saling menjaga.

“Kita bertiga menjala udang di areal nipah. Kita terhalang tanjung, sehingga tidak melihat kejadian pastinya. Tapi kami yakin, teman kami jatuh setelah diserang buaya,” ucapnya.

Sapri atau dikenal dengan Suwil ini, hanya melihat perahu Samsul hanyut dan terlihat bekas patahan baru di bagian ring perahu. Ia bergegas mengamankan perahu dengan mengikatnya di pinggir dan mencoba mencari di lokasi awal korban berada. Sayangnya, tidak ada tanda apapun di lokasi tersebut.

Selama menjala udang di Sungai Semaja, Sapri memang sering melihat banyak buaya muncul dengan berbagai ukuran. Menurutnya, kondisi tersebut sangat wajar. Meski ia mengaku takut, namun selama ini lokasi pencarian udang selalu berada di perairan yang dihuni para predator air ganas.

“Kami mengira yang menyerang itu buaya berukuran lumayan besar. Karena tidak mungkin kayu bagian perahu sampai patah,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru