Tuesday, 21 April, 2026

Jangan Tergoda Hasil Perhitungan Cepat

TANJUNG SELOR – Proses rekapitulasi penghitungan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara) selesai dilakukan. Namun, hingga saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memberikan atau membeberkan data hasil penghitungan suara sementara Pemilu 2024.

Apalagi saat ini, khususnya di Kalimantan Utara dan provinsi lainnya pun hingga kini masih proses rekapitulasi. Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami menyampaikan kepuasannya pelaksanaan pemilu. Bahkan mengapresiasi semua pihak yang telah mengikuti hasil resmi rekapitulasi manual dan tidak tergoda oleh hasil perhitungan cepat yang tidak akurat.

Meski belum ada perhitungan final, tapi hasilnya sudah sangat mendekati kenyataan dan tidak akan berubah banyak. “KPU berhasil mengatasi kendala pada aplikasi Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) yang sempat mengganggu hasil perhitungan suara,” jelasnya, Jumat (16/2).

Suryanata meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengimbau, agar bersama-sama menghormati hasil perhitungan dan tidak mengganggu proses tersebut. “Tak perlu cemas walaupun Sirekap masih dalam proses. Namun mari kita dukung bersama-sama,” pesannya.

Menurut dia, dalam pemilu perlu bijak agar tidak melakukan tindakan yang merugikan dan dapat mempercayai informasi resmi. Bahkan, dia menilai hasil perhitungan yang diabadikan warga melalui foto, bisa sangat membantu untuk memverifikasi hasil perhitungan.

“Saya lihat saat proses perhitungan warga antusias, dengan mengabadikan menggunakan kamera handphone. Saat KPU mau melakukan pengecekan, warga sudah punya hasil perhitungan juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Forkopimda Kaltara lakukan monitoring di gudang PPK Tarakan Barat, Tarakan Tengah, Tarakan Timur dan Tarakan Utara, pada Kamis (15/2) malam. Sejumlah petugas PPK dan pihak kepolisian yang berjaga diminta agar melakukan pengawasan ketat.

“Kami ingin memastikan semua kotak suara dari TPS sudah terdistribusi ke gudang PPK. Kami cek juga kondisi gudang penyimpanan kotak suara dan keamanannya. Sudah kita lihat, semua petugas baik itu PPK dan keamanan yang berjaga sudah sesuai SOP,” ujar Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemprov Kaltara Bustan.

Hasil monitoring, gudang PPK Tarakan Barat, Tarakan Tengah dan Tarakan Timur dalam kondisi terkunci dan diawasi petugas PPK serta kepolisian. Namun masih ada gudang PPK Tarakan yang tidak dikunci. Sehingga hal tersebut menjadi catatan agar segera ditindaklanjuti.

Pengawasan secara ketat pada gudang kotak suara harus dilakukan, sebab proses rekapitulasi di tingkat kecamatan diperkirakan menghabiskan waktu 7-10 hari. Sementara tahapan rekapitulasi suara dijadwalkan berakhir pada 2 Maret mendatang.

Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar menjelaskan, nantinya pengawalan logistic Pemilu 2024 dimulai dari TPS ke kantor kelurahan terlebih dahulu. Setelah seluruh logistik pemilu di satu kelurahan sudah lengkap. Maka logistik pemilu akan digeser ke kantor kelurahan.

“Rata-rata sekarang sudah bergerak dari kelurahan ke kantor kecamatan. Semuanya akan kami kawal ketat,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan personel dari Polri akan disiagakan. Akan ada 10-20 personel Polri yang akan disiagakan di masing-masing kantor kecamatan. Kapolres memastikan kantor kecamatan akan dijaga selama 24 jam penuh dari Polri, selama proses penghitungan suara.

Selama pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS, pihaknya tidak ada mendapati kejadian yang menonjol. Meski proses penghitungan suara di TPS ada yang berjalan hingga tengah malam dan subuh dini hari.

Selain fokus mengamankan penghitungan suara yang dilakukan di kantor kecamatan, pihaknya juga akan tetap melakukan patroli gabungan dengan TNI. Hal itu dilakukan sebagai bentuk cipta kondisi, agar masyarakat selalu merasa aman saat proses tahapan pemilu masih berlangsung. Bahkan pihaknya akan tetap gencar menyebarkan pesan persatuan kepada masyarakat. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru