TANJUNG SELOR – Kasus penyebaran Covid-19 di Bulungan kembali meningkat per 20-21 Februari 2022. Sebaran Covid di Bulungan menembus angka 143 kasus.
Bupati Bulungan Syarwani mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19. Terutama tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, kepada seluruh bupati dan wali kota hingga gubernur.
“Dalam mencermati penyebaran Covid-19, terkhusus di Bulungan. Termasuk melakukan langkah akselerasi percepatan berkaitan vaksinasi, khususnya bagi lansia,” pinta Syarwani, kemarin (21/2).
Berdasarkan identifikasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, faktor utama meningkatnya kasus Covid-19 dipicu kegiatan perjalanan. Sehingga menyebabkan potensi terjadinya penyebaran.
“Tentu transisi lokal ini tak mungkin bisa kita hindari. Maka itu, pengawasan pengetatan ini menjadi bagian yang memang harus dilakukan,” ungkap Syarwani.
Berbagai kegiatan kemasyarakatan yang berpotensi terjadi perkumpulan, jika masih bisa ditunda. Agar bisa ditunda dulu semetara. “Kalau dari pemerintah daerah belum bisa memberikan izin, melihat situasi penyebaran kasus di Bulungan hingga saat ini,” tutur Syarwani.
Berkaitan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi anak sekolah, akan dievaluasi. Termasuk penyebaran yang ada di setiap kecamatan di Bulungan.
“Saya minta untuk melakukan pemetaan lebih detail lagi hingga ke tingkat desa. Juga menggerakkan kembali PPKM mikro di tingkat desa oleh Satgas tingkat desa,” ujar Syarwani.
Termasuk meminta DPMD Bulungan mengkonsulidasi dan komunikasi melalui camat dan kepala desa serta lurah. Terkait varian baru Omicron diperkirakan Dinkes sudah masuk di Bulungan. “Kalau melihat dari tingkat penularan dan cepatnya terjadi penyebaran memang salah satu indikasi varian Omicron. Ini yang patut kita waspadai bersama, Dinkes juga telah mengirim sampel kasus Covid-19 varian Omicron. Namun hasil sampelnya belum diterima Dinkes Bulungan,” jelas Syarwani.
Dalam mengantisipasi lonjakan pasien kasus Covid-19, Bupati telah komunikasi dengan Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Dengan langkah antisipasi untuk penyiapan tempat yang ada. Berdasarkan informasi, sudah ada 7 warga dirawat di rumah sakit.
“Kita juga melakukan penyiapan pos karantina di rusunawa. Termasuk menyiapkan beberapa kelengkapan tempat tidur dan peralatan lainnya, yang dibutuhkan serta tenaga medis. Sehingga jika ada penanganan di pos karantina bisa tertangani secara baik dan maksimal,” ungkapnya. (kn-2)


