Friday, 24 April, 2026

Keamanan dan Keselamatan Penumpang Jadi Perhatian saat Mudik

JUMLAH penumpang yang nantinya diprediksi akan meningkat, menjadi tanggung jawab Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan dan Direktorat Polairud Polda Kaltara.

Pasalnya, keselamatan dan keamanan penumpang saat menggunakan transportasi laut harus menjadi perhatian. Dikatakan Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kaltara AKBP Zulkarnain, seluruh instansi terkait sudah siap mengamankan arus mudik dan balik. Mulai dari mempersiapkan personel dan sarana prasarana.

“Nanti kami akan lakukan sosialisasi dan patroli bersama. Untuk pengamanan nanti akan mendirikan posko bersama di beberapa tempat,” jelasnya, kemarin (21/4).

Dari Polri, pengamanan arus mudik dan balik akan dilakukan bersamaan dengan  Operasi Ketupat 2022. Dengan sasaran pengamanan yakni masyarakat yang akan melaksanakan mudik.

Pihaknya memastikan bahwa keselamatan para penumpang speedboat harus aman saat puncak arus mudik. Pihaknya juga mengantisipasi kriminalitas yang bisa terjadi pada saat puncak arus mudik. Seperti adanya pencurian barang bawaan penumpang. “Dari pengusaha speedboat sudah bersedia menambah armada kalau memang kurang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas III Tarakan, Ahmad Syaehu mengatakan, semua instansi yang berhubungan dengan aktivitas perairan di Kaltara dapat berperan. Terhadap keselamatan dan keamanan perairan pada saat puncak arus mudik.

“Kepada semua pengguna jasa atau para penumpang, untuk selalu berhati-hati dan waspada. Yang pastinya mengikuti protokoler kesehatan dan mengikuti surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah,” imbaunya.

Dari data yang dimiliki, puncak arus mudik di Pelabuhan Malundung akan terjadi pada 25 dan 27 April mendatang. Jumlah penumpang diprediksi akan mengalami peningkatan cukup signifikan. Apabila dibandingkan dengan jumlah penumpang pada arus mudik tahun lalu.

“Kami memprediksi jumlah penumpang akan naik hingga 43 persen. Jadi pekan depan akan ada dua kapal,” sebutnya.

Ada beberapa kerawanan yang akan diantisipasi, pada saat puncak arus mudik. Mulai kasus kriminal dan keamanan pelayaran kapal. Pihaknya bersama beberapa TNI/Polri akan turun melakukan patroli di sekitaran perairan Tarakan. Dari KSOP sendiri akan menurunkan dua unit kapal untuk patroli.

Jelang Idul Fitri kepolisian mulai melakukan persiapan Operasi Ketupat Kayan 2022. Mesti belum ada perintah pelaksanaan, diharap pos nantinya akan tetap didirikan di tempat wisata dan berkumpulnya masyarakat.

Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Lantas AKP Rully Zuldh Fermana mengatakan, tetap akan ada beberapa pos Operasi Ketupat Kayan 2022 di Tarakan. Sasaran difokuskan di tempat wisata dan ibadah.

Sementara di titik lain akan didirikan pos pengamanan dan pelayanan. “Seperti tahun sebelumnya, pos di tempat pergeseran di bandara dan pelabuhan. Di pusat perbelanjaan atau Pasar Gusher,” ungkapnya, Rabu lalu (20/4).

Dengan adanya pos, pihaknya berharap bisa membantu masyarakat saat berada di luar rumah. Sebab, menjelang dan sesudah Lebaran aktivitas masyarakat di luar rumah semakin meningkat.

“Tanggal pasti operasi biasanya H-3 atau H-4 Lebaran. Jadi kami sekarang sudah persiapan mendirikan pos di Pelabuhan Tengkayu I, Bandara Juwata Tarakan dan Pasar Gusher,” tegasnya.

Adanya kelonggaran aturan pelaku perjalanan dalam negeri, intensitas pergeseran masyarakat akan lebih tinggi tahun ini. Pemerintah juga tidak melarang mudik kali ini. Dibanding dua tahun sebelumnya yang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tidak hanya dari kepolisian, di pos nantinya ada beberapa instansi. Mulai Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan serta TNI. Menurutnya, di musim penghujan saat ini dikhawatirkan masyarakat terserang penyakit. Hingga parahnya lagi bisa menimbulkan gejala Covid-19. “Karena kalau sudah hujan, masyarakat gampang sakit dan imun menurun. Ini jadi perhatian juga,” imbuhnya.

Pihaknya berharap kepada masyarakat tidak melakukan aktivitas membakar petasan dan balap liar. Sehingga jangan sampai menodai makna Idul Fitri.

Mesti kasus konfirmasi positif Covid-19 di Tarakan melandai. Namun pandemi Covid-19 belum berakhir. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru