Friday, 17 April, 2026

Kegembiraan Anastasia: ”Saya Akan Liburan 4 Bulan di Sini”

Para turis asing gembira karena tak perlu dikarantina untuk bisa berlibur di Bali. Kantor Imigrasi Ngurah Rai siapkan 16 konter pelayanan visa on arrival.

 

RIKA RIYANTIDenpasar

 

BALI, bagi Anastasia, adalah destinasi wisata favorit. Jadi, sekalipun diterapkan aturan protokol kesehatan ketat, perempuan asal Ukraina itu akan tetap menyempatkan waktu berkunjung ke Pulau Dewata.

Apalagi ketika aturannya diperlonggar. Misalnya, sekarang ini saat Bali menjadi tempat uji coba penerapan aturan tanpa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan visa on arrival (VOA).

“It’s amazing (ini luar biasa, Red),” katanya tentang kebijakan tersebut kepada Bali Express yang menemuinya di terminal kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Senin (7/3).

Per Senin, Bali memang resmi tanpa karantina. Tentu dengan dibarengi sejumlah syarat. Salah satunya, PPLN harus sudah mendapat vaksin lengkap atau booster.

Pulau Dewata menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkannya.

Kebijakan itu juga dibarengi penerapan aturan VOA. Ada 23 negara yang warganya mendapat fasilitas pengurusan visa saat kedatangan tersebut.

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Taufan Yudhistira menjelaskan, untuk VOA, telah disiapkan empat alur dengan delapan konter di bandara. VOA ini diurus setelah penumpang menjalani pengambilan sampel swab PCR dan sebelum menuju ke konter imigrasi.

“Jadi, begitu selesai swab PCR, mereka langsung mengurus VOA. Setelahnya baru menjalani pemeriksaan imigrasi,” terang Taufan.

Bagi turis seperti Anastasia, kewajiban seperti PCR sama sekali tak memberatkan. Bahkan tak masalah seandainya harus karantina. “Because we love Bali,” katanya.

Mayoritas perekonomian Bali digerakkan pariwisata. Karena itu, menurut Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, kebijakan bebas karantina dan VOA sangat ditunggu para pelaku industri pariwisata. “Dua kebijakan tersebut yang teman-teman butuhkan saat ini,” ungkapnya kemarin.

Mantan bupati Gianyar itu meminta dua kebijakan tersebut betul-betul dijalankan dengan baik oleh pelaku pariwisata. Mulai wisatawan tiba di Bandara Ngurah Rai sampai masuk ke hotel.

“Keluar dari pintu bandara sudah tanggung jawab sektor pariwisata. Transpor, hotel, semua harus terlibat. Termasuk kendaraan yang jemput ke hotel sudah ada SOP (standard operating procedure)-nya,” jelas Cok Ace, sapaan akrabnya.

Dia menyebutkan, jumlah wisatawan luar negeri yang datang diperkirakan mencapai 1.500 orang. Sementara, hotel yang telah bersertifikat CHSE menampung 6.000 wisatawan.

“Meski wisatawan sedikit, hotel-hotel juga harus menyiapkan kamar jika ada wisatawan yang positif. Yang dikarantina di rumah sakit hanya yang berisiko tinggi. Yang tidak terlalu berisiko kami masukkan ke hotel,” paparnya.

Oliver, wisatawan mancanegara lainnya, juga tak kalah gembira menyambut kebijakan tanpa karantina dan VOA. Menurut turis asal Swiss tersebut, dirinya juga tak lantas khawatir berlibur ke Bali. Sebab, lanjut dia, di negara asalnya kenaikan kasus Covid-19 tak jauh berbeda.

“I’m here for vacation and visit my family here. And I’ll stay here with my mother in Ubud (saya di sini untuk liburan dan mengunjungi keluarga. Dan, saya akan tinggal di sini bersama ibu di Ubud),” katanya.

Senin, di terminal kedatangan penerbangan internasional ada dua maskapai internasional yang mendarat. Yakni, Singapore Airlines rute SIN–DPS–SIN pukul 11.50 Wita dan Scoot Tiger Air rute SIN–DPS–SIN pukul 18.05 Wita. Untuk planning pax-nya, Singapore Airlines mengangkut 220 penumpang. Sementara, untuk Scoot Tiger Air, Taufan menyatakan bahwa pihaknya belum menerima datanya.

“Untuk keberangkatan, hari ini (Senin, Red) yang Singapore Airlines, ada 90-an penumpang. Untuk Scoot Tiger Air, kami belum mendapat informasi,” ujarnya.

Kebijakan VOA didasarkan aturan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). “Sesuai dengan surat edaran dari Plt direktur jenderal imigrasi, aturan pemberian visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival/VOA) khusus wisata ini berlaku sejak Senin, 7 Maret 2022, dan hanya diterapkan bagi wisatawan asing yang akan berkunjung ke Bali,” jelas Kepala Kanwil Kemenkum HAM Bali Jamaruli Manihuruk kemarin.

Menurut dia, persyaratan yang harus dipersiapkan WNA (warga negara asing) untuk mendapatkan VOA khusus wisata di konter imigrasi adalah paspor yang masih berlaku minimal selama enam bulan. Juga, tiket kembali atau tiket terusan untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain dan dokumen lain yang dipersyaratkan sesuai dengan ketetapan Satgas Penanganan Covid-19. Tarif PNBP untuk VOA khusus wisata diberlakukan sesuai dengan lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019, yakni Rp 500 ribu.

Izin tinggal yang berasal dari visa kunjungan saat kedatangan khusus wisata adalah izin tinggal kunjungan dengan jangka waktu paling lama 30 hari. Izin itu dapat diperpanjang maksimal satu kali untuk jangka waktu 30 hari di kantor imigrasi sesuai dengan wilayah tempat tinggal WNA saat di Indonesia dan tidak dapat dialihstatuskan.

Menanggapi surat edaran tersebut, Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai telah menyiapkan 16 konter. Setiap konter dijaga dua petugas imigrasi.

Taufan mengungkapkan, di kedatangan ada penambahan alur pengurusan VOA. Sebelumnya, ketika mendarat, mereka langsung menjalani pengecekan suhu tubuh, entry system, pengecekan dokumen oleh KKP, kemudian pengambilan sampel swab PCR.

Dia menjelaskan, lantaran VOA sudah diberlakukan, setelah pengurusan VOA barulah penumpang melakukan pengurusan imigrasi, pengambilan bagasi, pemeriksaan oleh bea cukai, dan dilanjutkan konfirmasi booking hotel di meja yang telah disiapkan. “Nantinya, dari sana, ketika sudah selesai, mereka akan mendapat gelang dan menuju exit point. Lalu, lanjut menuju transportasi yang akan membawa mereka ke hotel yang telah mereka booking,” katanya.

Anastasia menjalani semua alur tersebut dengan gembira. Saking gembiranya, turis yang negaranya tengah diinvasi Rusia itu bilang akan berlibur lama di Pulau Dewata. ”Saya akan berlibur empat bulan di sini,” ujarnya. (*/ade/c14/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru