TARAKAN – Dua unit rumah di Jalan Binalatung RT 10, Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur hangus dilahap si jago merah, sekitar pukul 12.35 Wita, Rabu (8/2).
Jumadi yang merupakan salah seorang warga RT 10 terdampak kebakaran, sempat melihat api muncul dari rumah milik tetangga.
“Saya pas buka pintu, orang sudah teriak api. Begitu balik ke kiri, lihat ke atas ada api, saya bilang ke pemilik rumah, dan katanya asap saja. Begitu saya naik itu api sudah ke atas plafon. Kami ada beberapa orang mau padamkan, tetapi tidak sanggup sudah,” ucapnya.
Setelah itu, dari lantai atas tampak api berkobar membumbung ke atas lalu merembet ke rumah warga lainnya. Diketahui dua rumah terbakar dan satu rumah terdampak. Rumah Jumadi termasuk yang terdampak dan bagian dindingnya sudah terbakar. Sehingga ia nekat membongkar nyaris semua dinding rumahnya, agar api tak merembet masuk.
“Kami mau padamkan sendiri tetapi kewalahan, sudah membesar. Kalau informasinya pemilik rumah lagi bakar sarang tawon. Memang sebelumnya saya kasih tahu ada api. Begitu kami naik apinya sudah membesar. Termasuk rumah saya, apinya sudah kena sebagian. Makanya kami bongkar, kalau tidak dibongkar habis semua malahan,” ungkapnya.
Ia masih sempat menyelamatkan surat berharga. Sebelum api merembet ke rumahnya. Ia fokus melakukan pemadaman di rumah tetangga sumber api tadi.
“Kami mau selamatkan di sebelah dulu. Tapi saat mau padamkan, begitu membesar kami turun kembali. Saya pikir teriak panggil warga, kalau tidak ada warga selesai juga. Karena apinya sudah kena memang ke rumah kami,” bebernya.
Jumadi saat ini tinggal bersama istri dan empat anaknya, bersama mertua. Sehingga di dalam rumah ada dua KK (Kepala Keluarga). Ia mengakui rela membongkar rumahnya untuk mengeluarkan semua barang.
Ia berencana masih akan tinggali di lokasi dan melakukan perbaikan ulang. Namun ia berharap ada bantuan dari pemerintah. Karena saat ini, ia hanya bekerja sebagai petani rumput laut. Masih memiliki tanggungan anak sekolah dan yang masih kuliah. “Kalau memang bisa dibantulah karena memang kami butuh,” harapnya.
Sementara itu, Kabid Pemadam Kebakaran Eko Santoso mengaku, kejadian ini bermula pada pukul 12.20 Wita saat api mulai membesar. Namun, pemilik rumah Ani diketahui belum melaporkan hal tersebut ke pihak pemadam kebakaran. “Informasi baru kami terima sekitar pukul 12.55 Wita. Dan kami langsung menuju lokasi sekira pukul 13.30 Wita,” tuturnya.
Keterlambatan pihak PMK dalam mendatangi TKP diakibatkan laporan yang tak segera diteruskan. Terlebih, akses lokasi menuju Jalan Binalatung terbilang cukup jauh dari pusat komando PMK.
“Kurang mendukung untuk aksesibilitas mobil komando kami. Kami juga terhalang kabel-kabel yang menyeberang di jalan. Begitu juga kendaraan warga. Ini yang mengganggu respons time kami,” tegasnya.
Dalam penanganan kedaruratan ini, diterjunkan 2 armada fire dari PMK dan Brigade Fire Pertamina. Tak hanya itu, terdapat pula armada supply dengan kapasitas 10 ton milik PMK dan 5 ton milik BPBD. Ia juga mengapresiasi langkah masyarakat yang cukup membantu dengan mengerahkan beberapa mobil pengangkut air.
“Kami mulai gelar selang dari 13.30 Wita. Dan pemadaman mampu diselesaikan sekitar 40 menit. Itupun belum padam, masih ada api yang menyala. Sembari kita lakukan pendinginan,” ungkapnya.
Disinggung soal dugaan awal penyebab kebakaran, pihaknya enggan menduga-duga. Eko menyebut faktor penyebab besarnya api dinilai cukup banyak. “Kami tidak bisa judge. Terkait dugaan ini kami percayakan saja pada tim investigasi dari PMK dan kepolisian,” ujarnya.
Lanjut, Eko menyayangkan informasi yang disampaikan warga terkesan terlambat. Sehingga pihaknya mengimbau agar masyarakat langsung melakukan laporan, ketika terdapat titik atau sumber api yang tidak bisa diatasi. Warga dapat menghubungi 0551 21113 atau melalui call center layanan bebas pulsa dari pemerintah kota 112. (kn-2)


