Friday, 17 April, 2026

Lingkungan Sekolah Rawan Terpapar Radikalisme

TARAKAN – Pemuda dalam usia yang labil, dikhawatirkan mudah disusupi paham radikalisme. Selain itu, para oknum terorisme butuh regenerasi untuk mencari kader. Dua hal ini yang nantinya akan diantisipasi.

Diakui Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltara, Datu Iskandar Zulkarnain, terus melakukan sosialisasi terkait bahaya paham radikalisme. Terutama di sekolah-sekolah. Tujuannya, agar bisa meminimalisir penyebaran paham radikalisme ke pemuda-pemudi.

“Pendekatan yang kami lakukan bersifat konten, agar mereka (pemuda) terlibat sendiri. Sebelum ini, polanya banyak bersifat ceramah. Tapi sekarang mereka diajarkan untuk membuat konten. Bisa berupa video dari 10 detik sampai 3 menit. Jadi pemuda sendiri terlibat dalam pencegahan radikalisme,” terangnya, Jumat (29/7).

Isi konten tentang pencegahan radikalisme, bisa berupa kreativitas sendiri dari pemuda. Namun diarahkan pemateri Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan dari umum. Pihaknya menyasar pemuda dari sekolah-sekolah dan mahasiswa.

Bidang humas juga akan menggelar kegiatan musik tentang pencegahan terorisme, dengan melibatkan pemuda. Diharapkan, adanya kegiatan melibatkan para pemuda ini bisa menjadi motivasi untuk saling melindungi diri dari paham radikalisme.

Ancaman di perbatasan yang cukup tinggi, kata dia, saat ini informasi bisa mudah didapatkan melalui internet. Sudah zaman digital, ditambah lagi keterbukaan informasi sebenarnya bisa menjadi ancaman dan penyebaran paham radikalisme malah lebih mudah.

“Walaupun kita di daerah perbatasan, malah bisa menjadi ancaman bagi generasi sekarang,” tuturnya.

Selain itu, kebutuhan regenerasi bagi pelaku terorisme ini yang membuat pemuda menjadi sasaran untuk penyebaran radikalisme. Pemuda yang labil dan emosi untuk mencari jati diri, memudahkan pelaku terorisme mencari kader regenerasi.

Terlebih lagi saat ini, Densus 88 Anti Teror tengah gencar melakukan penyisiran pelaku yang terlibat terorisme. Sehingga mendesak pelaku teror untuk merekrut anggota baru.

“Kalau masalah penindakan di luar kewenangan kami. Tapi, kalau di Kaltara tetap rawan karena daerah perbatasan. Dekat dengan Filipina Selatan dan Malaysia. Tidak hanya masalah terorisme. Tetapi berbagai tindak kejahatan, seperti narkoba dan lainnya karena posisi kita yang perbatasan ini,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru