TANJUNG SELOR – Pandemi Covid-19 yang terjadi dua tahun ini menyerang banyak negara. Namun, perlahan kondisi tersebut mulai menurun.
Bahkan, di beberapa negara pandemi tersebut sudah menjadi endemi. Salah satunya Malaysia. Negara yang masih serumpun dengan Indonesia itu, saat ini sudah masuk endemi.
Dengan transisi dari pandemi ke endemi, perbatasan Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) untuk akses perdagangan dan lintas orang pun mulai dibuka.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, Malaysia sudah membuka akses perbatasan. Sehingga lalu lintas orang akan meningkat. Seperti informasi yang diterima pihaknya, di Kecamatan Lumbis Pansiangan terdapat puluhan wisatawan Malaysia.
“Ini bisa berdampak ke ekonomi masyarakat. Perputaran uang besar di sana pasti besar,” terangnya, Kamis (16/6).
Ia berharap, jalur lintas batas bisa berlangsung seterusnya. Sehingga perekonomian masyarakat bisa lebih baik. Kebutuhan pokok juga tercukupi. Saat zoom meeting dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Malaysia, Gubernur juga sudah berkoordinasi. Pihak KJRI, rencananya akan datang ke perbatasan Krayan akhir bulan ini.
“Kita bersyukur setelah terbuka jalur lintas batas, dari segi ekonomi masyarakat bisa lebih baik. KJRI juga akan datang. Mereka akan meninjau bagaimana perdagangan lintas batas di sana (Krayan),” ungkapnya.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy mengaku, Kaltara saat ini akan menuju endemi. Jika beberapa faktor mendukung hal tersebut. “Yang jelas harapannya, Kaltara transisi ke endemi juga. Kalau untuk kasus covid-19, kita sedikit meski ada penambahan,” tuturnya.
Sebenarnya, kata dia, berkaitan dengan aturan untuk melonggarkan pemakaian masker. Sesuai yang disampaikan Presiden RI, untuk tak memakai masker di ruang terbuka, tidak kerumun dan tidak memiliki komorbid.
“Saat berolaharga itu boleh-boleh saja untuk tidak menggunakan masker. Kalau dalam ruangan sedang sakit ada komorbid, tetap maskernya dipakai. Perlahan kita juga yang tadinya pandemi akan menjadi endemi,” pungkasnya. (kn-2)


