Monday, 25 May, 2026

Masyarakat Agar Tak Terpolarisasi

TARAKAN – Momentum Hari Bhayangkara ke-77 turut menekankan perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2024 mendatang. Polres Tarakan khususnya akan menyiapkan pra kondisi, untuk menyejukan situasi di Kota Tarakan agar bisa diterima oleh masyarakat.

“Artinya, mari kita hindari perselisihan yang tidak berdasarkan atau menggunakan politik identitas dan SARA, itu kita minimalisir. Supaya nanti pelaksanaan Pemilu, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil bisa terwujud. Itu imbauan kami untuk seluruh masyarakat,” tegas Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar, Sabtu (1/7).

Selain itu, pihaknya juga berharap agar masyarakat tidak terpolarisasi akibat perbedaan dukungan calon yang akan dipilih. Tak hanya pihak kepolisian, semua elemen masyarakat diharap bisa menjaga keamanan. Agar terwujud rasa damai dan tentram.

“Semuanya harus memainkan peran itu. Dari kami akan melakukan langkah-langkah dan upaya, untuk merekatkan nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. Sehingga pada pelaksanaan Pemilu tahun depan, kita bisa merayakan pesta demokrasi. Jadi bukan pesta perselisihan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, ada beberapa titik rawan Pemilu di Tarakan. Namun pihaknya enggan memberitahukan tempat tersebut. Sebab dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Hal ini berdasarkan pengalaman pada Pemilu sebelumnya.

“Secara umum situasi masih aman dan kondusif. Mari kita sama-sama jaga kondusifitas ini. Hasil penelitian Puslitbang Polri, Kaltara termasuk salah satu daerah yang paling aman di Indonesia, untuk situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan Hari Bhayangkara ke-77 pihaknya berkomitmen untuk mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat. Ia akan mengevaluasi terkait pelayanan yang masih kurang dirasakan penuh oleh masyarakat. “Tentu kami terus mengupayakan hal yang lebih baik lagi. Supaya manfaat kehadiran polisi di wilayah hukum Polres Tarakan bisa semakin dirasakan dengan baik oleh masyarakat,” tuturnya.

Pelayanan pengaduan langsung ke kontak handphone saat ini masih berjalan. Bahkan adanya program seperti bertemu langsung dengan masyarakat dianggap efektif.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengamati terkait informasi yang provokatif. Dengan cara melihat kebenaran informasi sebelum disebarluaskan atau dikonsumsi.

“Pelayanan yang ada ini sudah melepaskan sekat yang selama ini ada dari sisi birokrasi. Responsnya sekarang jauh lebih cepat dari sebelumnya. Tapi ini engga akan sempurna dan kami terus berupaya menuju ke arah lebih baik. Dengan segala keterbatasan yang kami miliki,” harapnya.

Dalam menciptakan Pemilu damai tahun 2024 mendatang juga diupayakan Polresta Bulungan. Bahkan, telah lakukan floating personel sesuai tingkat kerawanan. Kapolresta Bulungan Kombespol Agus Nugraha mengaku, siap mengawal dan mengamankan Pemilu 2024 mendatang.

“Upaya-upaya untuk menciptakan Pemilu yang damai, kita akan tingkatkan sinergitas dengan seluruh stakeholder. Mulai dengan KPU, Bawaslu, TNI dan pemerintah daerah. Agar sama-sama berkomitmen menyelengarakan Pemilu yang damai, aman, netral dan profesional,” harap Agus.

Menurut Agus, upaya mendukung pengamanan Pemilu ada tiga langkah. Mulai Langkah prentif, preventif dan refrensif. “Prentif sudah dilakukan. Kita sosialisasikan ke masyarakat dan lakukan kerja sama dengan penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) dengan pihak Bawaslu, Panwaslu dan Kejaksaan,” terangnya.

Pemetaan pelanggaran Pemilu juga telah dilakukan. Mulai dari melakukan floating personel sesuai dengan tingkat kerawanan. “Di Bulungan saat ini, InsyaAllah masih aman. Makanya kita mengimbau ke masyarakat untuk bekerjasama mensukseskan Pemilu,” ujarnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru