Wednesday, 29 April, 2026

Meredam Potensi Kenaikan Inflasi

TANJUNG SELOR – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berpotensi mengalami inflasi di Kalimantan Utara (Kaltara). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tengah mencari solusi terkait potensi kenaikan inflasi tersebut.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara Bustan memastikan akan mencari solusi, untuk meredam potensi kenaikan inflasi akibat kenaikan harga BBM. Sejumlah langkah telah dipertimbangkan untuk menekan inflasi.

“Kami berencana untuk memberikan subsidi pupuk bagi petani. Hingga memastikan kelancaran distribusi BBM ke wilayah Kaltara,” terangnya, Rabu (7/9).

Solusi pengendalian inflasi bisa dilakukan dengan mengendalikan beberapa sektor. Misalnya terkait pertanian, dengan memberikan petani butuh pupuk subisidi. Terkait hal lainnya, ketika ada hambatan distribusi BBM, seperti jalan rusak. Maka akan follow up ke BPJN, supaya transportasi tidak ada masalah.

“Upaya-upaya ini menjadi solusi yang tengah kita bahas. Agar ke depan, tidak akan terjadi inflasi akibat harga BBM,” ujarnya.

Di sisi lain, terdapat program lain yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Yakni program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang dan Penumpang. Di mana dapat dimanfaatkan, guna meredam potensi gejolak inflasi. Apalagi Pemprov Kaltara menganggarkan program tersebut setiap tahunnya.

“Kita kan ada SOA. Itu juga bisa itu bisa kita manfaatkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, akan berupaya menangani dampak akibat kenaikan harga BBM. Apalagi, ia memahami hal itu menimbulkan efek domino.

“Kami paham efek domino yang ada. Subsidi BBM sempat saya minta diserahkan ke pemerintah daerah agar tepat sasaran. Kami akan berupaya agar bisa mendapatkan solusi akan hal itu,” singkatnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru