KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Tarakan menegaskan, proses pemungutan suara di TPS masih terpantau kondusif. Pelaksanaan pemungutan suara juga sudah dinilai tepat dilakukan oleh badan ad hoc, yang dibentuk sesuai penyampaian dari KPU.
“Ada beberapa TPS yang saya sudah datangi. Bahkan pagi tadi (kemarin, Red) banyak pemilih yang antre menggunakan hak pilihnya. Sampai saat ini berjalan lancar dan kondusif,” kata Ketua KPU Tarakan, Nasruddin, Rabu (14/2).
Sementara pelaksanaan pemungutan suara di TPS khusus, sudah berjalan sesuai bimbingan teknis (bimtek) yang disampaikan. Menurutnya, TPS khusus yang ada di Lapas Kelas IIA Tarakan terbilang cukup ideal dengan pemilih yang teratur.
Pun dengan papan pengumuman yang disediakan, memuat jelas masing-masing calon presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota.
“Sama seperti TPS biasa. Kalau untuk lapas, kita tidak terlalu sulit. Karena data di lapas sudah terkoordinir. Kemudian kami berikan hak pilih, rata-rata perlakuannya itu daftar pemilih tambahan,” sambungnya.
Nantinya pengumuman hasil pemilu dilakukan secara berjenjang. Mulai dari TPS, tingkat PPK hingga ke KPU. Sementara penghitungan suara di tingkat PPK pada 16 Februari dan 25 hari setelah pencoblosan untuk di KPU.
Ketua Bawaslu Tarakan Riswanto mengakui, mengawasi beberapa TPS. Diantaranya TPS khusus di Lapas Kelas IIA Tarakan, TPS Pantai Amal dan TPS di Kelurahan Karang Anyar. TPS tersebut dianggap rawan, lantaran terdapat permasalahan yang masih belum selesai.
“Kalau di Pantai Amal berhubungan dengan penggunaan TPS yang masih lahan sengketa. Apalagi di sana ada 10 TPS yang masih bermasalah, makanya kami pantau dulu,” ungkapnya.
Kondisi rawan dengan latar belakang serupa, ada di TPS Kelurahan Karang Anyar. Beberapa TPS di lokasi tersebut diduga terdapat lahan yang masih berstatus sengketa. Namun, keseluruhan proses pemungutan suara sejauh ini masih berjalan dengan lancar.
“Logistik sudah di drop tadi pagi dan proses pemungutan sedang berlangsung,” lanjut Riswanto. Selain mengantisipasi persoalan di TPS rawan, pihaknya sempat mendapat informasi ada dugaan keributan di TPS Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat.
Namun, hal itu tak berjalan lama lantaran mampu ditangani oleh petugas. Sebagai pihak pengawas penyelenggaraan pemilu, harus memastikan seluruh pemilihan di masing-masing TPS berjalan dengan lancar.
“Pemilih di Karang Rejo itu sempat ribut. Faktornya masih belum jelas, apakah karena kelamaan menunggu atau bagaimana. Tapi sudah bisa diselesaikan. Kalau ada waktu kami mau pantau seluruh TPS,” tutupnya. (kn-2)


