Monday, 27 April, 2026

Pelayanan RSUD dr H Jusuf SK Terpaksa Dibatasi, Karena Ini….

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Jusuf SK kembali menutup sejumlah pelayanan kesehatan. Setelah sekitar 100 tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit tersebut terpapar Covid-19.

Penutupan dilakukan pada pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik, Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan hanya melakukan pelayanan Gawat Darurat atau prioritas 1 maupun pasien rujukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr H Jusuf SK Franky Sientoro menegaskan, kasus nakes terpapar Covid-19 sedang meningkat. Bahkan, dirinya saat ini tengah melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Akibat cukup banyak yang terpapar ini, akhirnya ia mengambil kebijakan menutup sementara sejumlah pelayanan kesehatan.

“IGD yang benar-benar prioritas 1, gawat darurat kami terima, langsung tetap PCR dengan rujukan,” tegasnya, Selasa (22/2).

Di Instalasi Rehabilitasi Medik, ada 8 nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Nanti di hari kelima, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang nakes yang sudah terpapar. “Kalau saat ini total ada sekitar 102 atau 103 orang yang hasil tes positif Covid-19. Maka, beberapa pelayanan IGD dibatasi, khusus prioritas 1,” ungkapnya.

Setelah lima hari nanti, pihaknya akan kembali melakukan evaluasi. Jika ternyata masih ada penambahan atau jumlahnya nakes di poli sudah sembuh dan bisa kembali bekerja. Maka pelayanan akan dibuka kembali.

Namun, jika ternyata ada pelayanan lain yang terpapar, bisa jadi akan dilakukan atau pembatasan lagi poli yang nakesnya terpapar. Kemungkinan jumlah kasus aktif ini akan meningkat setiap hari. Ia melihat kondisinya situasional, jika ternyata nakes yang terpapar ini ternyata mengganggu pelayanan dan sama sekali tidak bisa bergerak maupun kontrol, sehingga ditutup sementara.

“Gampang menular penyakitnya ini. Supaya tidak semakin menular, kita terapkan protokol kesehatan yang ketat dan tutup sementara dulu,” tuturnya.

Gejala yang dirasakan nakes saat ini, mengalami gejala ringan. Jadi, hanya dilakukan isoman di rumah. Ia memastikan belum ada nakes yang dirawat di rumah sakit atau pasien komorbid.

Jika didapati ada pasien yang komorbid dan mengalami gejala berat, pihaknya akan langsung melakukan perawatan medis rawat inap di rumah sakit. Terutama untuk komorbid yang belum terkontrol. Namun, dengan adanya penambahan kasus di nakes ini, ia mengaku belum ada rencana melakukan penambahan nakes dalam waktu dekat.

Pihaknya saat ini sedang menangani pasien konfirmasi Covid-19 yang memiliki gejala berat dan komorbid. Dari jumlah hampir 500 kasus aktif yang ada di Tarakan, ada 10 orang dilakukan rawat inap di RSUD dr H Jusuf SK. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru